SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun, Mince Ginting, Aries Ginting dan Dessy Ginting tak sependapat dengan JPU Melnita SH. 

Zulkifli Sinaga als Apeng (44) warga Huta II Sidotani Kecamatan Bandar Simalungun divonis 6 tahun denda Rp 900 juta subsider 6 bulan penjara, disidang Selasa (14/9).

Apeng dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang kepemilikan narkotika. Sebelumnya, terdakwa dituntut 7 tahun denda 1 milyar subsider 1 tahun penjara. 

Jaksa menjerat Apeng dengan pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika. 

Faktanya, Apeng terbukti memiliki sabu seberat 0,33 gram, 38 plastik klip kosong, kaca Pirex dan handphone dinyatakan dimusnahkan. Uang dari sebuah tas pinggang sebesar Rp 500 ribu dirampas untuk negara. 

Barang bukti tersebut disita dari meja dalam gudang samping rumah terdakwa. Apeng mengakui membeli sabu seharga Rp 750 ribu dari Jonathan (DPO) di Gambus Kecamatan Limapuluh pada 15 Pebruari 2021. Ditangkap petugas Polsek Perdagangan, Melki Silitonga dan JM Gultom pada 22 Pebruri 2021 di samping gudang rumahnya setelah mendapatkan informasi.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Bismar Siahaan SH dari LBH Perjuangan Keadilan (PK) menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut hakim, karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan.