SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Dua ibu rumah tangga (IRT) asal Tano Tinggir Kecamatan Purba Simalungun menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan. Ke-2 pelaku Anaria Sipayung (29) dan Nurhalimah Telaumbanua (25) disidangkan di Pengadilan Negeri Simalungun secara virtual, Senin (13/9/2021).

Jaksa Julita Nababan menjerat ke dua terdakwa dengan pasal berlapis, melanggar pasal 339, pasal 338, pasal 365 ayat (3) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana atau pasal 170 (2) ke 3 KUH Pidana.

Agenda persidangan siang mendengarkan dakwaan jaksa, yang menyebutkan jika peristiwa pembunuhan terhadap korban Porta br Tumanggor terjadi pada Kamis, 27 Mei 2021 di perladangan kopi dan cabai milik Turnip di Nagori Tano Tinggir Kecamatan Purba.

Korban ditemukan tidak bernyawa lagi oleh saksi Yesi Marlina Turnip pada malam hari sekira pukul 11.47 wib.

Dengan posisi leher terikat kain sarung dan tali tas tergantung di pohon kopi. Korban terduduk juga terikat bagian kaki dan tangan menggunakan jaket putih.

Kedua pelaku ditangkap, 2 hari kemudian di salah satu penginapan di kota Medan tepatnya pada 29 Mei 2021. Setelah tertangkap, terungkaplah motif pembunuhan yang dilakukan ke-2 IRT tersebut.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Sempat Beli HP dari Uang Korbannya

Awalnya, kedua pelaku dengan membawa anak anaknya berjalan hendak meninggalkan kampung ke arah Seribu Dolok karena sering bertengkar dengan suaminya.

Di tengah perjalanan, mereka berisitirahat di salah gubuk dalam perladangan Samaraja Purba.

Saat berisitirahat melihat korban sedang memanen cabe dan timbul niat kedua terdakwa mengambil uang korban, karena mereka tidak punya uang.

Lalu meminta air minum korban dan mengambil sarung yang ada dekat korban sembari menutup bagian wajah korban dan menarik tas korban.

Korban berteriak, kedua pelaku ketakutan dan meminta maaf karena korban akhirnya mengenali kedua pelaku.

Karena korban mengancam akan memberitahukan kepada warga, maka pelaku kembali menutup wajah korban dan membekap mulut dan hidung korban.

Lalu kain sarung dililitkan ke leher sembari menarik ujung kain dari kanan dan kiri yang menyebabkan korban mati lemas. Setelah korban tewas, didudukkan di bawah pohon kopi dan tali tas dililitkan ke pohon (kondisi korban sesuai hasil temuan saksi Yesi).

Persidangan dipimpin hakim Roziyanti, Yudi Dharma dan Anggreana ER Sormin ditunda hingga Senin mendatang untuk agenda mendengarkan eksepsi (tanggapan atas dakwaan) dari pengacara Dollar Sibarani SH. 

Baca juga: Ini Motif 2 Ibu Rumah Tangga Ini Membunuh Seorang Wanita