HETANEWS.com -Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (PD. IGI) Kota Sibolga mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Sibolga terkait penolakan penetapan status PPKM Level 4 yang ditetapkan pemerintah pusat. 

Sebagaimana diketahui, hal ini sebagai respon dari Instruksi Mendagri yang menetapkan status Kota Sibolga menjadi PPKM level 4.

Ketua PD.IGI Kota Sibolga M. Cheriandiva Putra Kaya menyatakan penolakan tersebut berdasarkan Data Kematian Pemerintah Kota Sibolga yang berbeda dengan pusat.

Menurut Cheriandiva, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk Covid-19 rumah sakit masih stabil dan terisi  hanya 10 persen. 

Walikota Sibolga, kata dia, juga menilai data Kemenkes yang menyatakan jumlah korban meninggal akibat Covid-19 berbeda dengan daerah.  

Berdasarkan hal tersebut, PD IGI Kota Sibolga mendukung penolakan pemerintah Kota Sibolga terkait status PPKM Level 4.

“Karena salah satu dampaknya adalah pada proses pembelajaran seluruh  siswa yang berada di Kota Sibolga, serta juga membuat dunia pendidikan kembali mempertanyakan tentang nasib sekolah tatap muka,” kata Cheriandiva kepada Hetanews, Sabtu (11/9/2021).

Ia menjelaskan, pembelajaran jarak jauh [PJJ] akan diterapkan selama PPKM Level 4. PJJ  berjalan sudah terlalu lama sehingga mengorbankan mental dari siswa. 

“Siswa alami kebosanan di dalam rumah, jenuh dengan begitu banyaknya video conference, kondisi belajar yang tidak dinamis, kesepian, dan bahkan siswa mengalami depresi karena tidak bertemu dengan teman-teman serta gurunya,” ucapnya. 

Pihaknya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Walikota Sibolga yang bekerja dengan sepenuh hati untuk masyarakat khususnya dunia pendidikan yang sesuai dengan visi misi yaitu mewujudkan Sibolga Sehat, Pintar dan Makmur. 

“Kami yakin masyarakat juga mendukung penuh upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Sibolga,“ kata Cheriandiva.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Lantik Mantan Terpidana Jadi Kadiskes Sumut