SIANTAR, HETANEWS.com - Petunjuk teknis (juknis) terkait pemberian bantuan kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat covid-19 dan bukan akibat covid-19 dikeluarkan Kemensos RI, tertanggal 6 September 2021.

Awalnya dari surat edaran Mensos, yang didata hanya anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena covid-19.

Namun kemudian dari surat bernomor 632/4/BS-01/9/2021 tanggal 2 September 2021, Dinsos Kabupaten/Kota seluruh Indonesia juga diminta untuk mendata anak ya/pi dan yapi dari keluarga tidak mampu.

Dalam juknis tersebut dijelaskan ada beberapa kategori anak yang akan mendapat bantuan dari Kemensos yang rencananya akan dianggarkan pada tahun 2022.

1. Anak yang meninggal orang tuanya karena covid-19;
2. Anak yang diasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA);
3. Anak yang diasuh keluarga tidak mampu.

Masing-masing anak yang belum sekolah mendapatkan Rp 300 ribu selama 12 bulan, sedangkan bagi anak yang sudah sekolah direncanakan mendapat Rp 200 ribu selama 12 bulan.

Bantuan berupa uang tersebut akan disalurkan melalui Kartu debet ATM dan mendapatkan buku tabungan atau melalui PT Pos (pengenalan wajah dan sidik jari).

Berbeda dengan pernyataan Kadinsos Kota Siantar, Pariaman Silaen yang dikonfirmasi pada Rabu (8/9/2021) kemarin dalam pemberitaan sebelumnya mengatakan pendataan tersebut belum tentu mendapat bantuan.

"Mengenai data anak yatim piatu itu kita laksanakan pendataan, saya tidak bisa berandai-andai mereka dapat bantuan. Karena utusan dari Kemensos hanya melakukan pendataan untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Itu saja," paparnya.

Baca juga: Anak Kehilangan Ortu Akibat Covid 19 Belum Terima Bantuan