SIANTAR, HETANEWS.com - Dinsos P3A Kota Siantar mendata sebanyak 94 orang anak berumur maksimal 18 tahun telah menjadi yatim piatu akibat orang tua mereka meninggal karena covid 19.

Pendataan tersebut sesuai surat edaran Kemensos S-236/MS/C/HK.01/B/2021 dan diserahkan Kemensos

Kepala Dinas  P3A Kota Siantar, Pariaman Silaen belum menjelaskan lebih detail maksud tujuan pendataan, apakah akan memberikan bantuan kepada Yatim.  Namun dipastikan data tersebut untuk kebutuhan Kemensos bukan Pemkot Siantar.

"Mengenai data anak yatim piatu itu kita [sudah] melaksanakan pendataan. Saya tidak bisa berandai-andai mereka dapat bantuan. Karena utusan dari Kemensos hanya melakukan pendataan untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Itu saja," ujar Pariaman dihubungi, Rabu (8/9/2021).

Dirinya mengakui, pendataan tersebut kemungkinan besar bertujuan untuk menyalurkan bantuan dari pemerintah. 

Namun ia tidak bisa memastikan karena khawatir masyarakat kecewa jika bantuan tidak jadi diberikan. 

"Mungkin arahnya kesana (pemberian bantuan) tapi ya kita gak tahu, gak bisa memastikan, takutnya warga kecewa kalau gak ada bantuan," ucapnya.

Dalam surat S-236/MS/C/HK.01/B/2021  dijabarkan, pendataan  dilakukan untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak-anak.

Baca juga: Dinsos Mencatat Puluhan Anak Kehilangan Orangtua Karena Covid