SIANTAR, HETANEWS.com - Kota Siantar telah selesai melaksanakan PPKM level 4 yang dimulai pada 10 -23 Agustus dan tanggal 24 - 6 September 2021. Saat ini kota Siantar menyandang status PPKM Level 3, yang akan diberlakukan mulai tanggal 7-20 September 2021. 

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 41 Tahun 2021 ada beberapa ketentuan yang perlu dilaksanakan saat wilayah dengan kriteria PPKM Level 3. Diantaranya;

1. Pelaksanaan pembelajaran  dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka (PTM) dengan ketentuan kapasitas maksimal 50%, kecuali untuk SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa), MILB (Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa), SMPLB ( sekolah Menengah Pertama Luar Biasa), SMLB (Sekolah Menengah Luar Biasa) , MALB (Menengah Atas luar Biasa) maksimal 62% sampai 100% dan PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5m dan maksimal 5 peserta didik per kelas. 

2. Pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/ perkantoran diberlakukan 75% Work From Home (WFH) dan 25% Work From Office (WFO) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; 

3. Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial (sangat penting dan mendasar) misalnya seperti kesehatan, tempat yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, 

4. Industri dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat, namun apabila ditemukan klaster penyebaran COVID-19, maka industri bersangkutan ditutup selama 5 (lima) hari

Baca juga: Soal Menarik Retribusi Parkir Di Dekat Pos Penyekatan Inti Kota, Kadishub Dan DPRD Beda Pendapat

5. Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, warung makan (warteg) dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah

6. Restoran/rumah makan dan kafe berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dapat melayani makan ditempat/dine in dibatasi jam operasional sampai Pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%, 2 orang per meja dan menerima makan dibawa pulang (take away) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat dan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50% (lima puluh persen) pada Pukul 10.00 WIB hingga 20.00 waktu setempat

7. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat

8. Tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 25% atau maksimal 50 orang dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama

9. Pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya) diizinkan beroperasi 50% 

10. Pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan beroperasi 50% kegiatan olahraga/pertandingan olahraga diperbolehkan jika diselenggarakan oleh Pemerintah tanpa penonton atau suporter, dan jika olahraga mandiri/individual dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

11. Untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 50% (lima puluh persen) dari kapasitas atau maksimal 50 (lima puluh) orang dan tidak ada hidangan makanan di tempat, dengan penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah Daerah.

12. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan untuk perjalanan domestik tetap harus menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis 1) serta untuk pesawat tetap menunjukkan  PCR H-2.

Baca juga: Turun Dari PPKM Level 4, Berlanjut Ke Level 3, Ini Kata Hefriansyah

Penulis: Gresya Sihombing