SIANTAR, hetanews.com - Sesuai Inmendagri Nomor 41 Tahun 2021, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diperbolehkan dengan syarat tertentu, dalam hal ini, Kacabdisdik Siantar Simalungun berencana akan laksanakan PTM.

James A Siahaan dalam rapat gabungan membahas evaluasi PPKM di Kota Siantar, Selasa (7/9/2021) menjelaskan akan lakukan PTM mulai Senin (13/9/2021) mendatang.

"Jadi rencananya kita akan mulai PTM hari Senin depan, hanya 50% dan selama 2 jam perharinya. Tentunya kurikulum kan beda lagi. Kita utamakan yang eksak dulu. Yang memenuhi syarat baik swasta maupun negeri," paparnya.

James bersikeras akan lakukan PTM dengan alasan bahwa semester baru sesuai Inmendagri untuk wilayah level 2 dan 3 diizinkan tatap muka.

Dirinya menjelaskan akan melakukan koordinasi ke Pemprovsu dan berusaha meyakinkan Pemko Siantar yang terlihat menolak untuk melakukan PTM dalam waktu dekat.

"Kalau Pemko ngotot tolak PTM kami akan laporkan dulu ke pimpinan. Kalau kekhawatiran itu ada ya wajar, tapi data-data kita persiapkan lebih matang dari sebelumnya dan kami akan tetap meyakinkan Pemko, kebetulan kan tadi juga belum ada keputusan," tegas James.

Hal tersebut ia lakukan bukan berarti menentang Pemko Siantar, ia tetap mendukung dengan cara tidak semua sekolah dibuka melainkan hanya beberapa untuk mengurai kerumunan.

"Tapi ya gak semua sekolah. Kita kan tetap harus mendukung Pemko mengurai kerumunan. Mungkin di Jalan Medan satu, di Marihat satu, begitu. Intinya mengurai kerumunan," tutup James.

Rosmayana, Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar yang turut hadir dalam rapat pun mengutarakan harapannya agar PTM dapat dilaksanakan di Kota Siantar.

"Setelah tau Kota Siantar turun level, orang tua murid dan murid bertanya-tanya ke saya akankan PTM diberlakukan. Saya sudah berkoordinasi dengan Dinkes untuk vaksin guru-guru yang belum sempat divaksin kemarin, dan juga vaksin untuk siswa akan berkoordinasi dengan BIN," ujar Rosmayana.