Mojokerto, hetanews.com -  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai salah satu wujud Operasi Bakti TNI dan merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemda serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan kegiatan pembangunan di daerah pedesaan.

Dalam Tahun Anggaran 2021, di wilayah Kodim 0815/Mojokerto juga dilaksanakan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-112 yang berlokasi di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Untuk memaksimalkan target capaian sasaran fisik maupun non fisik, sebelum pelaksanaan TMMD, juga dilaksanakan Pra TMMD di lokasi tersebut. Pra TMMD ini, dilaksanakan sejak awal September dan kini sudah memasuki hari keenam.

Hari ini, Senin (06/09/2021), sejumlah puluhan personel gabungan TNI, perangkat desa dan masyarakat bergotongroyong mengerjakan bendungan dan saluran irigasi Sumber Lumpang di lokasi TMMD, Desa Duyung, Trawas.     

Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., saat dikonfirmasi, membenarkan saat ini sudah dilakukan Pra TMMD dengan kegiatan mengerjakan sasaran fisik yang menjadi sasaran TMMD. Dilaksanakannya Pra TMMD ini, dimaksudkan untuk memaksimalkan target capaian sasaran fisik.

Hal ini dilakukan, mengingat waktu pelaksanaan TMMD sangat terbatas, yakni hanya 32 hari, maka dilaksanakan Pra TMMD. “Sedikitnya ada 45 personel gabungan TNI, perangkat desa dan masyarakat dilibatkan dalam kegiatan Pra TMMD”, tegasnya.

Dalam Pra TMMD ini, lanjutnya, salah satu sasaran fisik yang dikerjakan yaitu pembangunan satu unit bendungan yang berfungsi sebagai tandon penampung air volume 2,5 meter x 0,8 meter dan saluran irigasi Sumber Lumpang volume 0,8 meter x 180 meter dan 0,5 meter x 38 meter.

Dengan terbangunnya bendungan dan saluran irigasi yang merupakan Program Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta mampu mendongkrak produktivitas pertanian masyarakat setempat yang mayoritas bercocoktanam padi.

Pantauan di lapangan, pembangunan bendungan dan jaringan irigasi Sumber Lumpang, yang dikerjakan sejak Sabtu (04/09) hingga saat ini sudah mencapai kisaran delapan persen. Terpantau di lapangan, gabungan personel TNI, perangkat desa dan masyarakat bahu membahu mengerjakan bendungan sebagai penampung air dan saluran irigasi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.