SIANTAR, Hetanews.com - Mantan Dirut Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Kota Pematangsiantar, Herowin Tumpal Fernando Sinaga (46), dituntut 5 tahun penjara denda Rp.200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Warga jalan SM Raja Kelurahan Bukit Sofa itu juga dituntut membayar uang pengganti (UP) kerugian negara 215 juta. Jika tidak dibayar setelah putusan incracht maka harus menjalani hukuman 2,6 tahun.

Demikian informasi yang diperoleh hetanews.com melalui pengacara Dahyar Harahap SH dan Erik Sembiring SH usai persidangan, Senin (6/9) di Pengadilan Tipikor Medan.

Tim pengacara akan mengajukan nota pembelaan (Pledoi) secara tertulis dalam persidangan lanjutan pada Senin (13/9) mendatang.

Jaksa Penuntut Umum Nixon Andreas Lubis SH yang juga sebagai Kasi Pidsus Kejari Siantar mempersalahkan Herowhin melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Menurut jaksa dalam dakwaannya,sebagai Perusda yang baru dibentuk dengan tujuan untuk mendorong perkembangan pembangunan dan perekonomian daerah serta menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah baik yang bersumber dari penggalian dan pemanfaatan potensi daerah maupun yang bersumber dari pembangunan usaha ke luar daerah.

Maka operasional perusahaan PD.PAUS berasal dari Dana Penyertaan Modal Pemerintah Kota Pematangsiantar yang diatur dalam Perda No.7 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah ke dalam Modal PD.Pembangunan dan Aneka Usaha sebagaimana pada Pasal 7, yang menyatakan jumlahnya modal yang diserahkan ke PD.Pembangunan dan Aneka Usaha adalah sebesar Rp.50 Milyar yang diberikan secara bertahap.

Untuk itu pada tahun 2004 PD.PAUS diberikan dana penyertaan modal sebesar Rp.4 Milyar dari APBD.

Dari dana yang digulirkan, berdasarkan perhitungan Ahli Auditor pada Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Provsu, Bakti Ginting dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan senilai 215 juta.