SIANTAR, Hetanews - Hakim tunggal Fhytta Sipayung dalam persidangan wanprestasi antara Penggugat Leonardo Hasudungan melawan Tergugat Ferry SP Sinamo SH MH, anggota DPRD Siantar kembali digelar di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Senin (6/9). Agenda persidangan mendengarkan keterangan saksi Suandi Apohan Sinaga dan saksi lainnya.

Saksi Suandi yang juga anggota DPRD Siantar mengaku masih 1 fraksi dengan Tergugat Ferry SP Sinamo, yang juga merupakan korban investasi bodong. "Setelah saya cek, investasi saham itu tak pernah terdaftar, artinya bodong. Lalu saya keluar dari grup dan meminta uang saya kembali," kata Suandi saat memberikan kesaksian dalam persidangan tersebut.

Menurut saksi, dia percaya dengan Ferry Sinamo karena teman satu fraksi, dia juga mantan komisaris di Inalum juga sejumlah pejabat di Siantar sudah menanamkan modalnya. Termasuk Kajari, Kapolres tapi Sebahagian tidak ribut karena modalnya sudah dikembalikan.

Sedangkan saya bersama Pak Leonardo dan lainnya belum menerima pengembalian uang meski sudah beberapa dilakukan upaya mediasi. 

Beberapa kali, para nasabah yang menitipkan uangnya menerima bunga saham, namun sejak Januari 2021 dengan alasan menantunya kena hypnotis sehingga uang kami tidak kembali.

Selama ini perjanjian yang ada dibuat dan ditandatangani oleh Ferry Sinamo dan uang dikirim ke rekeningnya, jadi tidak ada hubungan dengan menantunya Kristoper, kata saksi.

Dalam persidangan tersebut, Tergugat Ferry SP Sinamo didampingi pengacaranya dan Penggugat Leonardo Hasudungan Simanjuntak didampingi pengacara Binaris Situmorang SH.

Dalam kasus dugaan penipuan berkedok saham tersebut, sejumlah nasabah telah mengajukan gugatan wanprestasi terhadap Ferry SP Sinamo. Diantaranya, Juniar Hutapea, Diana Tarihoran, Rugun, Suandi Apohan Sinaga, Lerisma Sihotang dan Tienny Sulastri Sihotang.

Selain itu, sebahagian Penggugat tersebut juga telah melaporkan Ferry SP Sinamo, anggota dewan tersebut ke Polres Siantar dugaan penipuan dan penggelapan.