KABUL, HETANEWS.com - Rekaman di padang gurun menunjukkan skala luar biasa dari eksodus pengungsi Afghanistan yang melarikan diri dari negara mereka menuju ke barat.

Melansir Daily Mail pada Selasa (31/8/2021), adegan yang hampir seperti cerita alkitabiah, tentang migrasi massal melintasi padang pasir di mana perbatasan Afghanistan, Pakistan, dan Iran, menunjukkan aliran manusia tak berujung di antara pegunungan.

Bagi politisi Inggris yang prihatin dengan masuknya migran ke Eropa, gambar-gambar ini akan mengonfirmasi ketakutan terburuk mereka.

Untuk pria, wanita, dan anak-anak ini, tujuan awal mereka kemungkinan besar adalah Turki, masih lebih dari 1.000 mil jauhnya melintasi Iran. Dari sana, banyak dari mereka berharap untuk datang ke Eropa dan Inggris.

Seorang migran yang baru-baru ini melakukan perjalanan yang sama mengatakan, video aliran manusia tersebut merupakan akhir dari perjalanan empat jam melalui medan yang keras, perjalanan singkat melalui Pakistan.

Para pengungsi Afghanistan ini kemudian akan melanjutkan perjalanan mereka dengan penyelundup manusia ke Iran.

“Ini adalah orang-orang termiskin, karena ada cara lain yang melibatkan lebih sedikit berjalan kaki, tetapi rute itu lebih mahal,” kata dia.

Perjalanan pengungsi Afghanistan dimulai di Nimruz yang terpencil, provinsi Afghanistan yang paling jarang penduduknya. Sebagian besar wilayah itu ditutupi oleh gurun dan pegunungan.

Dalam rekaman itu, karavan manusia membentang sejauh mata memandang. Sedikit percakapan terucap, hanya embusan angin dan suara kambing yang digiring yang bisa terdengar.

“Setelah lebih dari empat jam berjalan, kami tiba di sebuah lembah dan menunggu gelap,” kata migran menggambarkan perjalanannya baru-baru ini di sepanjang rute yang sama.

"Sekitar pukul 10 malam, orang Iran datang dan mereka meminta kode atau kata kunci kepada semua orang.”

“Kemudian setelah semua orang menemukan penyelundupnya, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok dengan penyelundupnya sendiri. Kemudian kami bergerak menuju Iran, kelompok demi kelompok.”

“Saya melewati jalan ini beberapa kali di masa lalu. Sebelumnya mungkin ada sekitar 200 orang, tetapi kali ini kacau.”

“Ribuan orang ada di sana. Saya melihat wanita hamil berat, bayi, pria tua. Saya ingat suara tangisan bayi bergema di pegunungan.”

Kemarin, Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, memperkirakan evakuasi dari bandara Kabul hanyalah awal dari “krisis kemanusiaan yang jauh lebih besar”. Badannya memperkirakan bahwa hingga 500.000 warga Afghanistan dapat meninggalkan negara mereka, dan meminta dukungan berkelanjutan dari tetangga Afghanistan dan masyarakat dunia.

“Adegan di bandara Kabul beberapa hari terakhir ini telah memicu curahan belas kasih di seluruh dunia pada ketakutan dan keputusasaan ribuan warga Afghanistan,” katanya.

“Tetapi, ketika gambar-gambar ini telah memudar dari layar kita, masih akan ada jutaan orang yang membutuhkan komunitas internasional untuk bertindak.”

Sumber: kompas.com