JAKARTA, HETANEWS.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyoroti sejumlah provinsi yang masih menunjukkan tingginya angka kematian virus korona. Pemerintah daerah diharapkan menggunakan formula tepat dalam penanganan.

"Kita memerlukan pendekatan khusus yang berfokus pada penurunan angka kematian," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui konferensi televideo, Kamis, 2 September 2021.

Wiku menuturkan sepanjang Juli hingga Agustus 2021, terdapat 16 provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian akibat covid-19. Sebanyak lima provinsi naik signifikan.

"Kenaikan tertinggi di duduki oleh Bali, yaitu naik 752, Sumatra Utara naik 610, Lampung naik 585, Kalimantan Selatan naik 501, dan Sulawesi Tengah naik 470," terang Wiku.

Wiku mengatakan kematian yang tinggi bisa disebabkan beberapa hal. Yakni, rumah sakit penuh, alat medis tidak tersedia di rumah sakit rujukan, dan tak ada tempat isolasi terpusat.

"Selain itu, adanya tempat isolasi terpusat namun tidak dimanfaatkan dengan baik, atau bisa karena penanganan warga yang terkena covid-19 tidak dilakukan dengan sesegera mungkin, karena tidak berjalannya fungsi posko atau Satgas di level kelurahan/desa," beber Wiku.

Pemerintah setempat, kata Wiku, mestinya tidak hanya wajib memahami data daerah. Namun, perlu juga mengaitkan satu data dengan yang lainnya agar dapat diidentifikasi masalah yang sebenarnya.

"Hubungkan data kematian dengan hal-hal yang berpotensi menjadi penyebab angka kematian yang masih tinggi. Seperti data bed occupancy rate (BOR) dan ketersediaan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Wiku.

Pemerintah daerah diminta menghubungkan data kematian dengan ketersediaan dan pemanfaatan tempat isolasi terpusat. Pemerintah daerah juga mesti meninjau karakteristik kematian di daerahnya masing-masing, berdasarkan usia maupun tingkat gejalanya.

"Pada prinsipnya, seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian utama di daerahnya dan menghubungkan dengan keadaan dan kapasitas daerahnya masing-masing, agar dapat segera menemukan akar permasalahan di daerahnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan," ujar Wiku.

Sumber: medcom.id