SIANTAR, hetanews.com - Usai unjuk rasa, DPD  Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) Siantar-Simalungun gelar Konferensi Pers di Toko Buku Timbul, Gedung II Lantai 1 Pasar Horas, Kota Siantar, Rabu (1/9/2021).

Jhon Sitio selaku Pimpinan Aksi menjelaskan aksi yang diikuti sekitar 50 orang tersebut merupakan spontanitas sekaligus berjemur pagi bersama pedagang disana.

"Tadi kita dengan mematuhi protokol kesehatan kita lakukan kegiatan aksi berjemur dari jam 10 pagi," ujar Jhon Sitio.

Sambil berjemur, mereka menuangkan keluh kesahnya selama PPKM Level IV diberlakukan di Kota Siantar. Seperti yang diketahui, jalan masuk ke inti kota menuju Pasar Horas ditutup.

Oleh karena itu, P4B mewakili suara pedagang menuntut Pemko Siantar untuk memberikan kelonggaran kepada angkot dan sepeda motor yang ingin ke Pasar Horas.

"Kami minta kepada Walikota kelonggaran akses jalan untuk bisa masuk ke Pajak Horas, dan itupun dengan sistem buka tutup jalan, dengan contoh jam 7-9 pagi dibuka selanjutnya sore pun begitu," tambahnya lagi.

Sebelumnya pada Kamis (26/8/2021) lalu, P4B bersama Cipayung Plus sudah melakukan audiensi dengan Walikota dan Walikota mengatakan akan langsung melaksanakan rapat khusus membahas tuntutan mereka, namun hingga saat ini tidak ada kelanjutan mengenai hal itu.

"Ada hal yang sudah dijanjikan berupa bantuan tapi belum terealisasi sudah seminggu. Janjinya sore mereka rapat membahas itu dan langsung akan diinfokan ke kami tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi," ujar Nobel Marpaung selaku Ketua DPD P4B Siantar-Simalungun.

Sekretaris DPD P4B Siantar Simalungun, Ejon O Siahaan di lokasi yang sama mengatakan akan ada aksi lanjutan hingga Pemko Siantar mampu mengakomodir keluhan para pedagang.

"Aksi ini spontanitas karena memang Walikota tidak mengakomodir para pedagang. Aksi ini akan berkelanjutan nantinya. Harapannya secepatnya di akomodir karena ini membunuh pedagang secara perlahan," papar Ejon dihadapan awak media.