Simalungun, Hetanews.com - Jaksa Dedy Chandra Sihombing menuntut 2 terdakwa Maibasa Ginting (28) dan Jonathan Ginting (26), masing masing 2 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Tuntutan pidana jaksa dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (30/8). Keduanya warga yang sama di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dinyatakan bersalah melanggar pasal 36 ayat (3) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana .

Kedua terdakwa berhasil diamankan warga pada Jumat, 21 Mei 2021. Saat itu, kedua pelaku baru saja membeli rokok di warung J Manik di Simpang Aek Nauli Nagori Sibaganding Kecamatan Girsip Simalungun.

Para pelaku membeli 1 bungkus rokok Surya dengan uang palsu pecahan Rp.10.000,- Saksi Jerisson Simangunsong, saksi Mersi Sinaga, dan saksi Enjelica Paskah Sihombing berhasil mengamankan terdakwa dan membawa pelaku ke polisi.

Kedua terdakwa mengakui mendapatkan uang palsu dari Agung Siringoringo (DPo) di Jakarta. Uang palsu pecahan Rp.10.000,- sebanyak 120 lembar juga uang palsu pecahan Rp.20.000 sebanyak 5 lembar, uang palsu pecahan Rp.5.000,- sebanyak 10 lembar.

Lalu uang tersebut dipergunakan kedua terdakwa pulang dari Jakarta ke Simalungun mengendarai sepeda motor Yamaha Mio B 4614 TRK.

Berdasarkan keterangan ahli Boby Cristian Manik dari Bank Indonesia yang telah melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap barangbukti, benar palsu.

Dengan jumlah nominal seluruhnya Rp.1.260.000, dinyatakan uang kertas“PALSU ”

Atas tuntutan jaksa, kedua terdakwa mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Keduanya juga memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Untuk putusan sidang dipimpin hakim Roziyanti SH ditunda hingga Senin (6/9) mendatang.