Siantar, hetanews.com – Kota Siantar sudah hampir sebulan menikmati kehidupan dalam penyekatan oleh kekuatan Satgas Covid yang dibantu oleh TNI/Polri, dan kerap terdengar berbagai ungkapan protes dan kesedihan dari warga dikarenakan terkena serangan dari sisi virus dan juga ekonomi.

Bahkan, pedagang pasar horas sudah menaikan bendera putih sebagai tanda tidak mampu lagi melangsung kehidupan, dikala PPKM level 4 semakin diperketat. Hal ini terbukti dengan diberikannya kelonggaran oleh satgas covid dengan membuka berbagai ruas jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan pribadi, tidak seperti awalnya pemberlakuan PPKM.

Bukan hanya itu, banyak juga warga yang harus melakukan insolasi mandiri (insoman) karena lokasi untuk insoman terpadu (isoter) baru terdengar beberapa hari belakangan ini. Hal ini bisa terjadi karna kurang siapnya pemerintah kota untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan warga yang terpapar.

Menurut para dokter dan tenaga ahli kesehatan, lokasi yang telah menjadi Isoter belum menunjukan tanda tanda pelayanan yang berbasis kemanusiaan. Padahal untuk pulih dari serangan virus ini, selain dengan kekuatan medis, psikis dari pasien juga harus dijaga untuk tetap bisa meningkatkan imun diri.

Banyak lagi persoalan yang ditemui warga saat kota Siantar menjalankan PPKM level 4. Belum lagi gaya kepemimpinan walikota yang seakan tidak peduli dan gak mau tau dengan apa yang terjadi terhadap warganya. Terbukti banyaknya kritikan pedas terhadap kepemimpinan Hefriansyah Noor yang terlontar dari berbagai elemen masyarakat.

Tinggal satu harapan dari warga Siantar, yakni wakilnya yang berkantor di jalan H Adam Malik agar dapat berjuang untuk mengatasi rumitnya persoalan yang sedang terjadi. Ada 30 orang yang secara undang undang duduk karena telah mendapat mandat dari warga Siantar agar bisa memperjuangkan hak haknya di pemerintahan.

Tapi apa yang terjadi, minim usaha yang bisa dilakukan oleh mereka bahkan terkesan sama seperti walikotanya, yakni cuek dan ga mau tau, walaupun ada sebagian dari mereka yang mendesain diri peduli dengan memberian sedikit sembako kepada warga.

Lalu apa usulan kebijakan dari para wakil rakyat tersebut? Dari berbagai informasi yang didapat oleh hetanews, usulan mereka bukan bagaimana warga bisa melewati PPKM level 4 tapi lebih kepada penekanan kepada kepala dinas agar proyek segera dikerjakan. Bukan lagi rahasia kalau hampir semua proyek adalah gawean dari para wakil rakyat.

Menurut sekwan, kepergian dari wakil rakyat dikarenakan mereka tidak ada kerjaan walaupun telah dibantah oleh ketua DPRD Siantar bahwa keberangkatan ke Aceh karna sudah sudah terjadwal jauh jauh hari, padahal untuk momen sekarang ini, kunjungan apa pun itu bisa ditunda ketika kotanya masuk ke level 4.

Apakah tingkah laku wakil rakyat yang terhormat itu bisa dimaklumi? Untuk situasi sekarang ini, tindakan mereka telah menyakiti hati warga Siantar, bahkan bisa dikatakan para wakil rakyat yang ada sekarang ini tidak membela keadilan bagi warganya melainkan membela kepentingan pribadinya.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh warga Siantar? Langkah yang tepat dilakukan oleh warga Siantar sekarang ini adalah melakukan gerakan menyadarkan wakil rakyat agar kembali ke fitrahnya, yakni ikut berjuang bersama warga agar bisa melewati masa sulit dan menakutkan seperti yang terjadi saat ini.