Simalungun, Hetanews.com - Dua pemuda Martogi Sahat Pangihutan Sitinjak (19) warga Dusun Bangun Saribu Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta dan Chandra Sihotang (18) warga Sei Tanpang Labuhan Batu, terbukti menganiaya majikannya dan percobaan pembunuhan. Akibatnya korban Marina Haloho (62) mengalami luka robek dibagian kepala. 

Keduanya masing-masing dihukum 6 tahun potong tahanan sementara yang telah dijalani. Putusan dibacakan ketua majelis hakim Roziyanti SH di sidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (30/8).

Hakim sependapat dengan jaksa Firmansyah SH menyatakan para terdakwa bersalah melanggar pasal 365 ayat (1), (2) ke-2,4 jo Pasal 53 KUHPidana.

Berdasarkan fakta hukum kata hakim, penganiayaan itu dilakukan kedua terdakwa pada Jumat 12 Maret 2021 pukul 12.00 Wib di perladangan milik sikorban di Juma Pohon Bangun Saribu Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Simalungun.

Kedua terdakwa sebagai pekerja yang telah dipecat dengan alasan pekerjaan tidak becus. Merasa sakit hati diperlakukan seperti itu, lalu keduanya merencanakan untuk menghabisi nyawa majikannya itu.

Tak hanya itu, kedua pelaku juga berniat mengambil uang korban. Karena sering melihat uang korban yang banyak disimpan di dalam ikatan pinggangnya juga kartu ATM milik korban.

Awalnya, kedua terdakwa mencampur minuman yang biasa dibawa korban dengan racun rumput Rajaxone yang ada di kebun tersebut. Tapi korban tak juga minum, sehingga timbul niat keduanya dengan menganiaya korban.

Lalu mengambil sepotong kayu kopi dari tepi jalan perladangan dan menutupi bagian wajahnya agar tidak dikenali oleh korban. Dengan keras, korban dipukul di bagian belakang kepala hingga jatuh tersungkur ke tanah dan mengeluarkan darah.

Korban berteriak minta tolong dan kedua pelaku sembunyi di dalam ladang orang lain. Hingga akhirnya berhasil ditangkap.

Hasil visum dr Tesalonika di RS Evarina Etaham Berastagi tertanggal 15 Maret 2021 menyimpulkan luka robek di bagian kepala korban adalah akibat benturan benda keras. Korban dirawat selama 14 hari dan sampai sekarang masih belum pulih dan linglung karena trauma akibat peristiwa tersebut.