SIMALUNGUN, hetanews.com - Seorang pelajar berinisial SAT (15) sebut saja Parto (nama samaran) warga Dolok Batunanggar dihukum w bulan penjara karena terbukti melakukan perbuatan asusila. Menyetubuhi pacarnya sebut saja Parti (nama samaran) sebanyak 2 kali.

Pembacaan putusan hakim Yudi Dharma SH dibacakan dalam persidangan sistem peradilan anak, Kamis (26/8) di Pengadilan Negeri Simalungun.

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan, perbuatan asusila itu dilakukan di rumah Parto, saat orangtuanya tidak berada di rumah sekitar bulan April dan Mei 2021.

Berawal dari perkenalan antara Parto dan Parti melalui medsos, lalu sering chatingan dan ngajak ketemuan. Sekali bertemu, keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri.

Dengan menggunakan sepeda motor, Parto menjemput Parti di dekat simpang rumahnya. Lalu membawanya ke rumah dan masuk ke kamar. Awalnya korban Parti menolak karena takut, tapi karena berjanji akan dinikahi jika hamil maka Parti pasrah.

Alasan jaksa dan hakim meringankan vonis Parto karena masih berstatus pelajar/masih sekolah. Sudah melakukan perdamaian dan keduanya saling mencintai.

Sebelumnya, jaksa Fransiska Sitorus SH menuntut pidana penjara selama 5 bulan. Parto dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.