SIANTAR, HETANEWS.com - Pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Raya berinisial FJR (26) menjadi terdakwa dalam kasus kepemilikan narkotika jenis pil extacy. Agenda persidangan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (25/8) mendengarkan keterangan saksi Soliandi dan Syamuel Simorangkir.

Kedua saksi membenarkan telah menangkap terdakwa FJR pada Jumat, 26 Maret 2021 sekitar pukul 21.00 wib di dekat BNI jalan Merdeka Siantar. Saat ditangkap, terdakwa menyebutkan identitasnya sebagai pegawai lapas narkotika.

"Mungkin karena takut, terdakwa memasukkan 5 butir pil extacy ke mulutnya," kata saksi di depan persidangan siang itu dipimpin hakim Derman P Nababan SH.

Lalu para saksi memerintahkan agar terdakwa mengeluarkan narkotika jenis extacy tersebut dari mulutnya. 

Setelah diinterogasi petugas, terdakwa mengakui jika pil extacy tersebut adalah milik Tasya yang dititipkan padanya. Namun, saat diperintahkan menghubungi Tasya, terdakwa berdalih handphone tidak aktif.

Menurut saksi, penangkapan yang dilakukan terhadap FJR berdasarkan informasi yang diterima jika terdakwa ada menyimpan atau memiliki narkotika jenis pil extacy.

"Kalau hanya dikonsumsi paling setengah butir atau paling banyak 1 butir," kata saksi lagi menjawab pertanyaan jaksa.

Keterangan kedua saksi tersebut dibenarkan terdakwa dan tidak keberatan.

"Benar pak hakim," kata terdakwa saat ditanya hakim tentang tanggapannya atas keterangan saksi-saksi.

Sebelumnya, jaksa Anna Lusiana SH mendakwa FJR melanggar pasal 112 (1) atau dakwaan alternatif kedua melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Persidangan selanjutnya dipimpin hakim Derman Nababan SH dan beranggotakan Rahmat Hasibuan SH juga Irma Nasution SH dinyatakan ditunda hingga Rabu (8/9) mendatang masih agenda mendengarkan keterangan saksi dan juga keterangan terdakwa.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Erwin Sidagambir SH MH dari Posbakum PN Siantar.