Jakarta, hetanews.com - Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan bicara sejumlah hal terkait penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Mulai dari PPKM yang akan terus berlaku selama pandemi hingga pabrik vaksin asal China akan hadir di Indonesia.

Saat ini, Indonesia tengah berupaya memutus rantai penularan. Salah satunya dengan penerapan PPKM di dalam dan luar wilayah Jawa-Bali.

Dampak dari PPKM mulai terasa. Contohnya di Jabodetabek yang semula merupakan daerah dengan penerapan PPKM level 4 kini sudah turun ke level 3. Hal ini ditandai dengan konfirmasi kasus terus berkurang hingga kondisi keterisian rumah sakit yang terus turun.

Namun demikian, Luhut menegaskan PPKM akan terus diberlakukan selama pandemi COVID-19 berlangsung.

"Perlu kita ketahui bersama, bahwa PPKM ini akan terus berlaku selama pandemi," ujar Luhut saat konferensi pers, Senin (23/8). Dia memastikan level PPKM akan ditentukan sesuai kondisi pandemi di masing-masing daerah.

Selain soal pemberlakuan PPKM, Luhut juga menyinggung sejumlah hal terkait penanganan pandemi. Apa saja?

  • Varian Delta Buat Kita Tak Mungkin Capai Herd Immunity

Varian Delta menjadi momok bagi Indonesia. Akibat varian ini, kasus positif COVID-19 sempat memuncak pada pertengahan 2021 lalu. Luhut juga menyoroti hadirnya varian ini. Menurut dia, adanya varian Delta ini membuat herd immunity tak mungkin lagi tercapai.

"Memang kita menghadapi satu varian Delta yang tidak memungkinkan kita mencapai herd immunity. Ini sudah dirumuskan tim, ahli epidemiologi dari UGM maupun Unair," kata Luhut dalam sambutan Rakornas Apindo ke 31 secara virtual, Selasa (24/8).

Varian Delta membuat penularan 5 sampai 8 kali lebih cepat. Sehingga mustahil mencapai herd immunity atau reproduction number ideal.

Ditambah lagi, vaksin yang beredar saat ini tak ada yang bisa melawan Delta sepenuhnya. Oleh karena itu herd immunity atau kekebalan kelompok mustahil.

  • Oktober Corona Bisa Terkendali

Meski herd immunity dinilai tak mungkin tercapai, Luhut tetap menargetkan corona dapat terkendali. Dia berharap corona bisa terkendali pada Oktober nanti.

"Kami menargetkan pada Oktober ini atau lebih awal bisa lebih terkendali dengan penerapan [aplikasi] Peduli Lindungi, vaksinasi jalan, testing-tracing jalan, dan pakai prokes ketat," ungkap Luhut.

"Saya minta agar kita disiplin," tutup dia.

  • Virus Corona Bukan Aib

Selain penanganan corona, Luhut juga menyampaikan pesan penting terkait virus tersebut. Kata Luhut, corona bukanlah aib dan semua orang bisa terinfeksi.

"Virus ini akan menyerang siapa saja. Dan ini bukan virus yang kita malu aib karena, semua orang bisa kena," kata Luhut dalam sambutan Rakornas Apindo ke 31 secara virtual, Selasa (24/8).

Yang terpenting adalah semua harus mencegah semaksimal mungkin. Protokol kesehatan ditegakkan. "Saya punya anak cucu, mantu semua kena itu. ya mau diapain?" jelas dia.

  • Perusahaan China Akan Bangun Pabrik Vaksin di RI

Luhut juga bicara soal investasi di sektor kesehatan. Ia mendorong pengusaha beramai-ramai terlibat. Sebab, saat ini pemerintah tengah mengupayakan memperbaiki iklim investasi di sektor tersebut.

Luhut menyebut sudah ada satu perusahaan asal China yang akan bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksi vaksin COVID-19. Sayangnya, Luhut tak merinci lebih mengenai identitas detail produsen vaksin dari negara Tirai Bambu tersebut.

"Industri vaksin sudah kita dorong dibangun di Indonesia. Dan sudah ada satu yang akan produksi nanti bulan April (tahun depan)," kata dia.

Namun demikian, dia mengatakan kerja sama dengan perusahaan asal China ini nantinya akan memproduksi vaksin dengan jenis mRNA.

Vaksin mRNA merupakan salah satu jenis vaksin yang dikembangkan untuk menangani atau mencegah penyebaran COVID-19. Vaksin ini merupakan vaksin jenis baru yang kandungannya berbeda dengan jenis vaksin lainnya.

sumber: kumparan.com