HETANEWS.com - Postingan warga positif corona mengaku ditolak di tempat isolasi terpadu (isoter) di Asrama Haji Medan, viral di media sosial Instagram. Warga bernama Fitria Wulandari disuruh pulang petugas saat tiba di sana.

Fitria lalu meluapkan kekesalannya di media sosial, hingga akhirnya viral. Berikut pernyataannya dikutip seperti aslinya:

Katanya kalau mau isolasi langsung datang aja ke asrama haji. Tapi begitu sampai malah diusir. Malah disaat saya bilang saya positif petugas langsung spontan lompat menjauhi saya, padahal saya masker juga 3 lapis.

Di media dibilang siapapun kita terima, tapi pertanyaannya “dari mana? siapa yg nyuru kesini?” ini yang baru saja saya alami pak @bobbynst @dy_rahmayadi.

Sebelum ke sini, saya memang tidak dirujuk ke mana-mana dari puskesmas dekat rumah, malah ketika saya tanya isolasi di asrama haj? jawabannya tidak tau. coba langsung ke asrama haji langsung. Bagaimana ya pak?

Tanggapan Wali Kota Medan

Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di suasana Lebaran 2021. Foto: IG @edy_rahmayadi

Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan isoter di Asrama Haji Medan bukan dikelola Pemkot Medan. Tempat itu dibawa kendali Pemprov Sumut. Namun, dia tidak ingin menyalahkan siapa pun.

"Punya Pemprov (itu), saya nggak nyalahi, nanti dibilang jangan bilang saya nyalahi Pak Gubernur lagi," ujar Bobby saat ditanya awak media, Selasa (24/8).

Menurut Bobby, sejauh ini di Medan ada 4 tempat isolasi terpadu yang bisa digunakan, 3 di antaranya dikelola Pemkot Medan.

"Itu pokoknya, masyarakat bisa pilih ada di (Hotel) Soechi, ada di P4TK, ada kapal (PT Pelni) dan Asrama Haji. Tapi pengelolaannya, 3 punya Medan," ujar Bobby.

Dijelaskan Bobby warga yang ditolak di Asrama Haji, kini telah diisolasi ke P4TK.

"Sekarang yang ditolak di Asrama Haji sudah dibawa ke P4TK," ujarnya.

Sumber: kumparan.com