SIANTAR, hetanews.com - Kabar baik bagi masyarakat, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Siantar, melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan menyalurkan Bantuan Sosial bagi masyakarat yang terdampak covid-19 di Kota Siantar, dan bantuan itu berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu,pada tanggal 25 sampai 27 Agustus mendatang.

Hal tersebut diutarkan oleh Kadinsos Kota Siantar Pariaman Silaen, Jumat (20/08/2021), dia menyebutkan bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak PPKM, namun juga harus terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosisal (DTKS)

“ Ini bantuan ini dari pemerintah kota, yang terdampak PPKM. Kalau ini diberikan bantuan kepada  masyarakat yang terdaftar di   DTKS,”sebut Pariaman.

Untuk masyarakat yang telah merima bantuan baik dari pemerintah pusat maupun provinsi melalui bantuan pangan non tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan sosial tunai (BST) tidak akan menerima bantuan lagi.

“Jadi diluar itu tidak diberikan bantuan itu di luar DTKS dan diluar yang telah menerima bantuan selama ini baik BPNT, PKH, maupun BST Kemensos, itu dia”, ujarnya.

Adapun bantuan yang akan diberikan kata Pariaman berupa uang tunai sebesar Rp 300 ribu, dan akan dilakukan dua tahap.

“Setelah tanggal 25 sampai 27 Agustus, kemungkinan akan kita berikan lagi antara diawal atau diakhir Desember,itupun nanti tergantung dari kemampuan kuangan kita,”ucapnya.

Pariaman juga menyebutkan masyarakat yang mendapatkan bantuan ini berjumlah sekitar kurang lebih 5000 warga.

“Kalau bantuan ini gak terlalu banyak seperti tahun lalu, tahun lalu kan sampai 23000, ini mungkin sampai 5000 lah kurasa ini, kyknya itupun gak sampe kayaknya karna kalau DTKS kita itu kan 27292 sementara yang sudah terbagi itu ada BPNT, PKH dan Kemensos itu udh 6600 sekian jadi sisalah 10985 itu pun masih banyak data ganda, yang meninggal, yang pindah, yang PNS statusnya gak bisa, pensiunan pun gak bisa, itulah harus dikeluarkan,”jelasnya.

Baca juga: Astronout: Pemko Lambat Taggapi PPKM Level 4 Di Siantar

Ditanya kenapa terlambat, Pariaman menyebutkan mereka masih harus memutakhirkan data penerima bantuan, dan terkendala terkait anggaran refokusing APBD Kota Siantar.

“Kan skarang kita lagi pemutaran data sementara dari Kemensos belum ada keluar hasil dari pemutaran data yang kita sampaikan. Jadi dipilah-pilah lah, kalo dia data ganda,pindah, meninggal atau statusnya PNS atau pensiunan gak masuk kesitu,”sebutnya.

“Kalo dibilang lama kali itu mungkin terkait anggaran  karena revokasi ini gak dianggarkan kian ini kan dan BTT  ini selama ini pun sudah banyak terserap ke Covid kan nah itu dialihkan lah itu dari dana kelurahan digeserkan kesitu itunya ini jadi inilah baru ada kesempatan untuk kesini masyarakat karena kita udah masuk level 4 kan. Mudah-mudahan bisa tertolong dengan bantuan sosial tunai ini yang kita salurkan ke masyarakat,”lanjutnya.

Terkait Bantuan terhadap masyarakat yang mengalami isoman, Pariaman menyebutkan sejauh ini Dinsos belum ada memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami isoman, namun kata Pariaman, Pemko Siantar bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada masyarakat.

“Menurut Sepanjang pengetahuan saya gak ada (bantuan kepada isoman) tapi yang menanggungjawabi itu Satgasnya dan kemudian yang saya tahu ada nanti bantuan sembako dari pemerintah bagi  masyarakat diluar yang saya bilang itu yang belum masuk dia di DTKS  tapi layak dibantu termasuk lah yang saya dengar untuk warga yang terpapar Covid,”jelasnya lagi.