HETANEWS.com - Melihat para atlet di Olimpiade berkalung medali dengan wajah sumringah tentunya membuat penonton ikut terharu. Mungkin sesekali terbersit tanya, berapa nilai medali-medali itu? Bagaimana dengan medali emas seperti yang diterima Greysia Polii dan Apriyani Rahayu? Apakah benda tersebut benar-benar terbuat dari emas?

Berikut ini fakta-fakta terkait medali untuk para pemenang yang digunakan pada Olimpiade Tokyo 2020.

  • Tradisi Pemberian Medali di Olimpiade

Dilansir StyleCaster, Olimpiade adalah festival olahraga yang diselenggarakan sejak zaman Yunani kuno, hanya saja waktu itu belum bertaraf internasional. Pemberian medali pun tidak dilakukan sejak awal. Dulu, para pemenang hanya diberikan mahkota dari ranting pohon zaitun. Medali untuk pemenang baru mulai diberikan sejak Olimpiade Athena 1896. Saat itu, juara pertama dihadiahi medali perak dan ranting pohon zaitun. Sementara juara kedua memperoleh medali perunggu dan ranting pohon laurel.

Medali emas baru mulai ada saat Olimpiade 1904 yang diselenggarakan di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat. Sementara itu, medali dari emas murni terakhir diberikan pada Olimpiade Musim Panas 1912 di Stockholm, Swedia.

  • Emasnya Tak Sampai 10 Persen

Selepas Olimpiade Musim Panas 1912, medali emas untuk para pemenang dibuat dari perak bersepuh emas. Menurut aturan International Olympic Committee (IOC), meadli emas harus dibuat dari perak minimal 92,5% dan mengandung setidaknya 6 gram emas murni.

Sementara itu, medali perak harus dibuat dari perak murni dan medali perunggu dibentuk dari 95% tembaga dan 5% seng. Menurut CNBC, nilai sekeping medali emas kurang lebih $820 atau sekitar Rp11,7 juta.

  • Bahan Daur Ulang untuk Medali Olimpiade Tokyo 2020

Lalu bagaimana dengan medali yang diberikan di Olimpiade Tokyo 2020? Sebanyak 5000 keping medali telah disiapkan untuk pesta olaharaga tahun ini. Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019).

Medali didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. Medali-medali tersebut dibuat dari logam daur ulang yang dikumpulkan dari 6,21 juta alat elektronik yang disumbangkan dari seluruh bagian Jepang.