JAKARTA, HETANEWS.com - Lembaga Survei Nasional Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait dengan tingkat elektabilitas tokoh dan pejabat politik di Indonesia. Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, berdasarkan temuan pihaknya terdapat 10 nama tokoh tersohor di masyarakat.

Adapun 10 nama tersebut kata Yunarto yakni, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ma'ruf Amin, Ust Abdul Somad, Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama, Ridwan Kamil, serta Ganjar Pranowo.

"Dari keseluruhannya, Prabowo menempati urutan pertama pejabat yang paling dikenal dengan 90,2 persen responden mengenalnya, lalu Anies Baswedan 87,8 persen, dan Sandiaga Uno 82,7 persen, itu ketiga teratas yang paling dikenal," kata Yunarto saat menyampaikan hasil surveinya secara daring, Kamis (12/8/2021).

Dari keseluruhan nama tersebut, pihaknya kembali melakukan survei kepada para respondennya. Kali ini terkait dengan kemungkinan terpilih sebagai Presiden.

Kata Yunarto, dari kesepuluh nama tersebut, Ganjar Pranowo menempati urutan teratas melampaui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Adapun angka persentase yang didapat Gubernur Jawa Tengah itu mencapai 20,6 persen, unggul sekitar 3 persen dari Anies dan Prabowo Subianto.

"Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo (20.6%) mendapat elektabilitas tertinggi, diikuti berikutnya oleh Anies Baswedan (17.8%) dan Prabowo Subianto (17.5%)," ucapnya.

Jika ditelusuri berdasarkan wilayah atau domisili dari responden yang memilih Ganjar Pranowo, dominan mereka merupakan masyarakat Jawa Tengah dan di DIY dengan persentase 69,5 persen.

Selanjutnya, untuk Anies Baswedan unggul di wilayah DKI Jakarta dan Banten sebesar 35 persen sementara Prabowo Subianto unggul di wilayah Jawa Barat dengan persentase 27,6 persen.

Sebagai informasi, survei Charta Politika Indonesia ini dilakukan pada 12 hingga 20 Juli 2021 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Jumlah sampel yang dilibatkan sebanyak 1.200 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada survei ini juga menyajikan tren dari data hasil survei yang diperoleh pada survei lapangan periode sebelumnya yakni tanggal 20-27 Februari 2020, serta data hasil survei menggunakan telepon yang dilakukan pada periode 1-8 Mei 2020, 6-13 Juni 2020, 6-12 Juli 2020, 26-29 Januari 2021, 24-28 Februari 2021, dan 20-24 Maret 2021.

Itu dipaparkan guna melihat dinamika perubahan persepsi publik selama masa pandemi Covid-19.

Sumber: tribunnews.com