SIANTAR, Hetanews.com - Jaka Hidayat (33) disebut sebagai anak pemilik bengkel (dakwaan jaksa) minta dirinya dibebaskan. Hal itu disampaikan terdakwa melalui pengacaranya Benny Girsang SH yang tertuang dalam nota pembelaan (pledoi) yang dibacakan dalam persidangan Kamis (12/8) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

"Membebaskan terdakwa dari tuntutan pidana jaksa. Memulihkan harkat dan martabat terdakwa serta membebankan biaya kepada negara," katanya dalam pledoi tertulis yang dibacakan dalam persidangan siang itu.

Sebelumnya, jaksa Ester Lauren Harianja SH telah menuntut pidana penjara selama 3 tahun potong tahanan sementara yang telah dijalani. Karena jaksa meyakini, jika Jaka telah terbukti bersalah melanggar pasal 372 KUHP.

Menurut jaksa, sesuai dakwaannya jika saksi M Ahfal Harahap yang merupakan anak saksi Asnimar Abu Samah Chaniago mengatakan, “ma, ada yang mau pinjam 1 unit mobil Merk Daihatsu Luxio 1,5 X M/T warna silver metalik dengan no.rangka: NHKW3CA3JEK010992, No.Mesin:DEM2159 dan No.Pol BK 1224 WR, kawan ini, buatlah harganya dua ratus ribu sehari”.

Lalu saksi Asnimar Abu Samah Chaniago menanyakan, “Siapa?”.

 “ Si Jaka, anak bengkel Zul”, kata saksi M Ahfal Harahap.

Asnimar pun memberikan kunci kepada anaknya agar mobil dikeluarkan dari garasi rumahnya di Jalan Melur Perum Kasper Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar. Saksi melihat mobil diserahkan kepada terdakwa pada Selasa, 8 Januari 2019 untuk disewa selama 2 hari.

Tapi setelah 2 hari, terdakwa Jaka ditelepon saksi Ahfal mempertanyakan mobilnya. Namun terdakwa mengatakan untuk diperpanjang sehari lagi. Begitu selanjutnya hingga pada 12 Januari, saksi Asnimar mendatangi bengkel Zul.

Setelah bertemu terdakwa di bengkel Zul, saksi mempertanyakannya mobilnya, “mana mobilku?, kau kok disini, siapa yang bawa mobilku?” kemudian terdakwa mengatakan kepada saksi Asnimar Abu Samah Chaniago

 “kawanku yang bawa” kemudian saksi Asnimar Abu Samah Chaniago menjawab “jadi kapan balik mobilnya?” lalu terdakwa menjawab “besok” kemudian saksi Asnimar Abu Samah Chaniago mengatakan “aku curiga, kenapa pinjam sehari nyambung nyambung terus , amannya mobil itu?” kemudian terdakwa mengatakan “aman bu”.

Pada 13 Januari 2019, akhirnya saksi korban melaporkan terdakwa pasca terdakwa datang kerumah saksi Asnimar bersama dengan teman terdakwa bernama Heru Aldiansyah, yang mengatakan mobilnya hilang karena kena hipnotis.

Terdakwa sudah berbohong kepada saksi korban yang katanya merental mobil untuk digunakan sendiri karena ada keperluan pesta selama 2 hari. Tapi faktanya, mobil itu direntalkan lagi kepada Heru hingga akhirnya hilang di Aceh.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi Asnimar Abu Samah Chaniago mengalami kerugian 1 (Satu) unit mobil Merk Daihatsu Luxio 1,5 X M/T warna silver metalik dengan no.rangka: NHKW3CA3JEK010992, No.Mesin:DEM2159 dan No.Pol BK 1224 WR An.ASNIMAR A CHANIAGO yang ditaksir sebesar Rp.156.000.000,-.

Persidangan dipimpin hakim Irwansyah P Sitorus SH, Rahmat Hasibuan SH dan Irma Nasution SH dinyatakan ditunda hingga Kamis (19/8) mendatang untuk memberi kesempatan jaksa menanggapi nota pembelaan tersebut.