KALIMANTAN, HETANEWS.com - Anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II, Sulaiman Umar, mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan DPR. Bersamaan dengan itu, Sulaiman juga mundur dari keanggotaannya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pengunduran diri adik ipar pengusaha batu bara asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam itu terungkap dari suratnya kepada DPP PDIP yang salinannya diperoleh Tempo.

"Bersama ini, saya, dr. H. Sulaiman Umar, anggota DPR RI dengan Nomor Anggota A247 serta kader PDI Perjuangan, dengan ini menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI dan kader PDI Perjuangan," demikian bunyi awal surat tersebut, dikutip Selasa, 10 Agustus 2021.

Pengunduran diri Sulaiman ini dibenarkan oleh Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan Mardani H. Maming. Menurut dia, Sulaiman sudah mengirim semua surat pengunduran diri ke DPP PDI Perjuangan. Pengurus pusatlah yang akan mengambil keputusan ihwal permohonan Sulaiman itu.

Menurut Mardani, pengunduran diri tersebut merupakan keputusan Sulaiman secara pribadi tanpa ada paksaan. "Dia mau konsentrasi sama bisnis rumah sakitnya. Hal ini biasa dalam politik. Saya saja mundur jadi bupati karena mau maju ketua umum BPP Hipmi," kata Mardani kepada Tempo, Selasa, 10 Agustus 2021.

Mardani membantah pengunduran diri Sulaiman ini ekses Pilkada Tanah Bumbu 2020. Ketika itu, Sulaiman mendukung pasangan calon yang berbeda dari PDIP, yakni Zairullah Azhar-Muhammad Rusli. Sedangkan PDIP menyokong Syafruddin H. Maming-Alpiya Rakhman.

Mardani mengatakan, DPP PDIP sudah menegur kader yang mendukung calon lain di pilkada. "Tidak ada kalau masalah itu, urusan pilkada sudah selesai," ujarnya.

Dalam layang tertanggal 28 Juli 2021 itu, Sulaiman menyatakan ada banyak kegiatan di bidang kesehatan dan pengelolaan rumah sakit yang tak bisa dia tinggalkan saat ini. Sulaiman merupakan seorang dokter yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Marina Permata di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Menurut Sulaiman, ia diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan secara langsung dengan optimal, di luar fungsi dan tugasnya sebagai anggota DPR dan kader partai. Dia pun merasa tak mampu menjalankan tugas anggota DPR, kader partai, dan pengelolaan RS itu secara maksimal dalam waktu bersamaan.

"Saya mohon dengan hormat agar DPP PDI Perjuangan dapat memproses pengunduran diri saya sesuai dengan AD ART partai serta mengajukan pengusulan pemberhentian antarwaktu anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan kepada pimpinan DPR RI," tulis Sulaiman.

Sulaiman tak menjawab konfirmasi Tempo ihwal pengunduran dirinya. Dia tak merespons panggilan telepon, adapun pesan ke nomor Whatsapp-nya hanya menunjukkan dua centang biru. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP yang juga Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto, juga belum merespons konfirmasi dari Tempo.

sumber: tempo.co