SIANTAR, HETANEWS.com - Inspektorat Kota Siantar memeriksa oknum Kepala Puskesmas [Kapus] atas laporan dugaan pemotongan gaji tenaga kesehatan [Nakes] yang belum lama ini jadi perhatian. 

Selain oknum Kapus, Inspektorat turut meminta keterangan dari pihak yang melaporkan dugaan pemotongan tersebut.

"Oh iya betul, namun sejauh ini masih dugaan, saat ini kita masih minta keterangan dari mereka [Pelapor dan Kapus]," kata Plt Kepala Inspektorat, Junaidi Sitanggang dikonfirmasi, Senin (9/8/2021).

Ia mengatakan, peristiwa itu sebelumnya terjadi di Puskesmas Rami, Jalan Sumber Jaya II, Kecamatan  Siantar Martoba, Kota Siantar.

Pihaknya akan menelusuri laporan itu agar tidak terjadi simpang siur dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun sampai saat ini identitas pelapor masih dirahasiakan.

"Mereka menyampaikan secara lisan, kita terima laporan perihal pengaduan dari mereka. Tapi identitas pelapor masih kita rahasiakan," ungkapnya.

Kasus ini mencuat ke permukaan saat Anggota Komisi I DPRD melakukan kunjungan ke Puskesmas di Kota Siantar. Kepada para anggota DPRD, sejumlah Nakes mengaku menerima pemotongan gaji mereka sebanyak 10% oleh Kapus.

Baca juga: Pelajar Kesal Mengurus E-KTP 2 Bulan Hingga Tak Dapat Diakses Online