JAKARTA, HETANEWS.com - Indonesia meraih total lima medali di Olimpiade 2020, yang tiga di antaranya disumbangkan oleh atlet-atlet angkat besi. Melihat sukses di Tokyo, Jepang, ini, pertanyaan selanjutnya apakah akan ada penerus dari Eko Yuli dan kolega?

Eko sendiri meraih perak saat bertanding di nomor 61 kg putra. Ini merupakan medali keempat lifter 32 tahun itu sepanjang sejarah Olimpiade, menjadikannya sebagai atlet Indonesia dengan medali terbanyak di kejuaraan olahraga mancanegara itu.

Selain itu, ada dua atlet muda yang meraih perunggu. Windy Cantika merebutnya di nomor 49 kg putri dan Rahmat Erwin Abdullah di nomor 73 kg putra.

Bicara soal regenerasi, Dirdja Wihardja selaku pelatih tim angkat besi RI menyebutkan bahwa Windy dan Erwin akan diproyeksikan meneruskan langkah Eko di Olimpiade berikutnya. Namun, ia juga menyebutkan nama lain.

"Rahmat Erwin dan Windy Cantika akan diandalkan di Olimpiade Paris 2024. Ada juga Rizky Juniansyah. Sayangnya, dia kemarin itu poin untuk kualifikasi Olimpiade 2020-nya kurang karena pandemi tak ada turnamen, sehingga tak bisa menambah poin," katanya, Kamis (5/8).

Rizky Juniansyah membuat prestasi gemilang pada Mei 2021. Menurut International Weightlifting Federation (IWF), lifter asal Banten itu memecahkan tiga rekor dunia saat bertanding di Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi 2021 di Tashkent, Uzbekistan.

Kala itu, Rizki membuat angkatan snatch 155 kg, clean and jerk 194 kg, dan total 349 kg saat turun di nomor 73 kg putra. Atlet 18 tahun itu memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang atlet angkat besi Amerika Serikat, Clarence Cummings Jr.

Menurut Coach Dirdja, kehadiran lifter-lifter muda tak lepas dari peran Rosan Roeslani yang menjabat Ketua Umum PB PABSI. Program pembinaannya sudah dilakukan sejak pelatnas Asian Games 2018.

"Kami sejak pelatnas Asian Games 2018 sudah menyelipkan atlet-atlet junior PB PABSI atas arahan Pak Rosan. Ada enam orang atlet junior. Waktu Asian Games kan mayoritas senior, ya, kami selipkan tuh junior-junior. Kami mau melihat atmosfernya yang junior ini bagaimana ketika melihat dan berlatih bareng seniornya," jelasnya.

"Pada 2019, yang senior-senior sudah berkurang, lebih banyak lagi yang junior. Kami buat pelapislah. Pelapis-pelapis ini kami dapat dari kejuaraan nasional remaja junior setiap dua tahun sekali, 13-17 tahun. Ini cara kami talent scouting," lanjutnya.

Dirdja Wihardja menerangkan bahwa Windy Cantika sudah mulai kelihatan bakatnya pada 2017, lalu masuk pelatnas pada akhir 2018. Sementara itu, Rahmat Erwin masuk pelatnas pada awal 2018. Mereka 'lahir' dari kompetisi-kompetisi junior itu.

"Ada juga atlet muda bernama Yuliana Clarissa masih 18 tahun, lalu Najla Khoirunnisa masih 16 tahun, kemudian ada Nelly. Kalau putranya, ada Muhammad Fathir, Muhammad Yasin, dan Satrio Adi. Kalau ada pelatnas lagi, akan kami pantau bakat-bakat lain," tandasnya.

Daftar atlet-atlet angkat besi muda potensial Indonesia

  • Rahmat Erwin (20 tahun)

  • Windy Cantika (19 tahun)

  • Rizky Juniansyah (18 tahun)

  • Yuliana Clarissa (18 tahun)

  • Najla Khoirunnisa (16 tahun)

  • Nelly (20 tahun)

  • Muhammad Fathir (18 tahun)

  • Muhammad Yasin (21 tahun)

  • Satrio Adi (17 tahun)

  • Sarah (17 tahun)

  • Restu Anggi (19 tahun)

  • Siti Nafisatul (20 tahun)

  • Tsabitha alfiah (20 tahun)

sumber: kumparan.com