HETANEWS.com - Bayu Aji Pangestu, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan IPB University enggak ingin menunggu lulus untuk memulai bisnis.

Mahasiswa yang akan diwisuda pada 25 Agustus 2021 ini sudah mengembangkan produk Beras Sahalam.

Sesuai dengan penamaannya, Beras Sahalam adalah beras organik yang proses pascapanennya menggunakan teknologi. Beras ini juga tidak menggunakan campuran bahan kimia seperti pemutih maupun pengawet.

“Ini yang membuat Beras Sahalam aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa. Beras Sahalam memiliki standar kualitas premium dan harga yang terjangkau, yakni hanya Rp 49 ribu per lima kilogram. Tekstur nasi yang dihasilkan pulen dan wangi,” ujarnya, dilansir laman IPB.

Bayu sangat mementingkan mutu dan kualitas beras. Tujuannya agar semua konsumen dari tingkat bawah maupun atas, dapat menikmati Beras Sahalam dengan harga yang terjangkau dan mutu hingga pelayanan bintang lima.

“Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang berkuliah di kampus pertanian terbaik Indonesia, aku ingin dapat ikut memajukan perekonomian di sekitarku," katanya.

"Oleh karena itu aku bermitra dengan para petani lokal agar dapat menghasilkan beras yang memiliki daya saing tinggi secara lokal maupun nasional. Sehingga produk kami banyak diterima oleh masyarakat,” pungkasnya.

  • Dapat Omzet Rp 45 Juta per Bulan dari Jual Beras

Sejak dimulai pada Februari 2021 sampai sekarang, Beras Sahalam sudah banyak beredar di pasaran. Sebab dalam penjualannya, Bayu bermitra dengan toko penjual beras yang kebanyakan berlokasi di Bogor, Depok, dan Jakarta.

Selain itu, Bayu juga menyediakan penjualan berbasis online dengan memanfaatkan ecommerce.

Menurutnya, berbisnis di bidang bahan pokok ini tidak akan pernah mati peminatnya. Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok sehari-harinya.

Benar aja. Dari Beras Sahalam, Bayu mendapatkan keuntungan sekitar Rp 45 juta per bulan dengan penjualan rata-rata mencapai enam ton lebih.

Selain Beras Sahalam, Bayu juga membentuk platform Smartkandang.com di 2018.

Start up ini bergerak di bidang pendistribusian daging ayam broiler. Area layanannya sudah mencapai delapan kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Banjarbaru.

sumber: kumparan.com