AUSTRALIA, HETANEWS.com - Pihak penyelenggara Olimpiade 2020 memang melarang para atlet untuk menggunakan kondom yang dibagikan selama kompetisi berlangsung. Akan tetapi, atlet Australia sudah menggunakannya untuk memperbaiki kayak miliknya.

Jessica Fox, yang berlaga di cabang olahraga kano slalom berhasil memenangi medali perunggu di nomor slalom K-1 putri, Selasa (27/7) lalu.

Ia memiliki catatan waktu 106.73. Sementara, Ricarda Funk dan Maialen Chourraut berurutan di tempat pertama dan kedua dengan catatan waktu 105.50 dan 106.63.

Torehan terbaiknya adalah saat menyabet medali emas di nomor slalom C-1 putri, Kamis (29/7). Ia mengalahkan Mallory Franklin dan Andrea Herzog dengan catatan waktu 105.04.

Namun, ada satu cerita menarik tentang bagaimana Fox bisa mendapatkan medali emas tersebut. Usut punya usut, ia menggunakan kondom untuk memperbaiki kapalnya.

Hal tersebut dibagikan Fox melalui media sosial pribadinya. Dalam tayangan tersebut, seorang staf terlihat memasang kondom di ujung kapalnya untuk menahan campuran karbon.

"Saya bertahruh Anda tidak pernah tahu kondom bisa digunakan untuk memperbaiki kayak," tulisnya di Instagram.

"Sangat elastis, sangat kuat. Ini memberi karbon hasil akhir yang halus," tambah Fox.

Dengan begitu, Fox berhasil menambahkan koleksi medali Olimpiade miliknya. Atlet 27 tahun itu mendapatkan perak di Olimpiade London 2012 dan mengalungi perunggu di Olimpiade Rio 2016.

Soal kondom gratis di Olimpiade, pihak penyelenggara memang telah melakukan hal tersebut sejak Olimpiade Seoul 1988 untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit HIV dan AIDS.

Pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 sendiri membagikan 150 ribu kondom. Akan tetapi, para atlet dilarang menggunakan itu mengingat masih tingginya wabah virus corona.

Kasur anti-seks bahkan telah dipasang di setiap kamar para atlet untuk mencegah hubungan seksual di antara para atlet. Ranjang itu disebut-sebut akan hancur jika menerima beban berlebihan.

sumber: kumparan.com