Ralat: Foto utama artikel ini telah diganti setelah Narasumber menghubungi Hetanews,Kamis 5 Juli 2021

SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar telah menerima berkas perkara dari penyidik Polres Siantar terkait kasus pembakaran rumah Bemby Lubis (40). Namun pihak kejaksaan terpaksa mengembalikan berkas karena belum lengkap.

Peristiwa pembakaran itu beruntung tidak mengakibatkan kehilangan nyawa manusia. Hanya pintu dan dinding rumah Bemby di Jalan Jorlang Hataran, Kelurahan Simarito, Siantar Barat menghitam dan gosong. 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 29 Mei 2021 dini hari sekitar pukul 03.15 WIB. Para pelaku menyiram bagian depan rumah dengan pertalite dan memantik api pakai mancis. Saat itu Bemby sedang asik menonton depan televisi.

Mendengar suara percikan api dari luar, Lubis langsung membuka pintu namun ada yang berusaha menahan dari luar. Pelaku pun berhasil lolos meski sempat dikejar.

"Saya kebetulan masih menonton televisi dan tiba-tiba saya mendengar ada suara api dari depan pintu. Mendengar itu saya langsung mengarah ke pintu dan melihat api sudah membakar pintu," kata Bemby seraya menunjukkan telapakan tangan terluka. 

Pintu rumah Bemby Lubis [Dok: Linktodays.com}

Ada 6 orang pria yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Mereka ada yang berperan sebagai eksekutor hingga otak pelaku. Kepada para tersangka dibagi menjadi 4 berkas perkara sesuai peranan masing masing. 

Kepala Seksi Pidana Umum [Kasi Pidum] Kejari Siantar, Edi Tarigan membenarkan telah menerima berkas tersebut. Namun terpaksa dikembalikan karena belum lengkap.

"Benar berkas sudah kita terima, tapi masih ada kurang sehingga kami melayangkan P-19 ke Penyidik untuk dilengkapi," kata Edi ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/8/2021).

Umar Harahap alias UH [Kaos Merah]saat berada disalah satu ruangan penyidik Polres Siantar, Jumat 23 Juli 2021 [Dok: Handout]

Motif sakit hati lewat pemberitaan

Tak banyak diketahui publik, Bemby dan para tersangka sempat berdamai. Perjanjian perdamaian itu dimuat dalam kertas print out dan ditandatangani korban dan pelaku. Sejumlah pihak meyakini ada nominal uang yang diberi untuk ganti rugi.

Selain perdamaian, kasus ini memang menjadi perhatian lantaran adanya keterlibatan seorang pria bernama Umar Harahap (31) alias UH. UH sebelumnya sempat diamankan Polda Sumut atas dugaan kasus narkotika dan menjalani rehab jalan di BNNK Deli Serdang. 

Namun kali ini dirinya ditangkap polisi di kediamannya di Jalan Handayani, Jumat 23 Juli 2021 petang. Dalam kasus ini, UH menyuruh tersangka lain mengeksekusi rumah Bemby.

Kapolres Siantar AKBP Boy Siregar saat dalam keterangan pers di kantornya mengatakan, motif dari pembakaran rumah ini lantaran unsur sakit hati saja. Dari keterangan polisi ini, kuat dugaan sepertinya Bemby dan UH sudah saling kenal. 

Kapolres Siantar AKBP Boy Sutan Binanga Sirega saat memberikan keterangan pers kasus pembakaran rumah di Mapolres Siantar, Rabu 28 Juli 2021. [Dok: Polres Siantar]

Bemby, kata AKBP Boy, sering menuduh UH yang tidak-tidak lewat pemberitaan. Polisi turut melampirkan screenshot pesan WhatsApp milik UH berisi nada ancaman kepada Bemby Lubis. 

Boy mengakui antara korban dengan para pelaku memang sudah melakukan perdamaian. Meski begitu kasus ini tidak semata-mata  langsung dihentikan.

"Boleh-boleh saja berdamai. Tapi ini kasus bukan delik aduan dan semata-mata bisa dicabut walaupun sudah membuat surat permohonan pencabutan pelaporan,” tegas Boy.

Sementara itu, Kasi Pidum Edi Tarigan mengatakan, dalam berkas perkara yang diserahkan penyidik itu tidak dilampirkan surat perdamaian antara korban dan tersangka.

"Kami tidak tahu masalah perdamaian, karena tidak ada dicantumkan [Penyidik] dalam berkas perkara," kata Edi.

Para pelaku pembakaran untuk saat ini dipersangkakan dengan pasal 187 KUHP Jo 55 (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penyidik polisi memeriksa sedikitnya 12 orang saksi untuk dimintai keterangan sehingga kasus ini bisa terungkap. Dari hasil penyelidikan sebetulnya 8 orang ditetapkan tersangka. Sementara Eko dan Iwan masuk daftar pencarian orang alias DPO.