YOGYAKARTA, HETANEWS.com - Lonjakan pasien positif Covid-19 terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak awal Juli 2021. Kondisi ini membuat kebutuhan oksigen turut mengalami lonjakan, sehingga terjadi kelangkaan.

Melihat kondisi ini, Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Yogyakarta pun bergerak. Selama satu bulan, sejak Agustus hingga September 2021 mendatang, mereka membuat program pengisian tabung oksigen gratis bagi masyarakat DIY.

Pendeta GRII Yogyakarta Dawis Waiman mengatakan program ini berangkat dari kondisi kebutuhan masyarakat terhadap oksigen yang meningkat, sedangkan suplai oksigen terbatas sekali.

Dawis menuturkan, oksigen konsentrator yang dipakai untuk mengisi tabung oksigen ini dibeli melalui dana jemaat Gereja GRII. Oksigen konsentrator ini disebut Dawis dalam sehari bisa mengisi 30 tabung oksigen berukuran 1 meter kubik.

"Tujuan daripada pengisian gratis ini adalah untuk masyarakat yang sungguh-sungguh membutuhkan oksigen tapi ada kesulitan dikarenakan suplai yang terbatas sekali," kata Dawis.

"Oksigen ini gratis bagi masyarakat yang ada di wilayah DIY. Atau mungkin ada yang dari sektiar dari DIY yang membutuhkan kita bisa melayaninya," sambung Dawis.

Dawis menjabarkan sebelum di Yogyakarta aksi pengisian tabung gratis ini telah dilaksanakan di Jakarta. Sementara untuk di Yogyakarta, program hanya akan berlangsung sebulan yaitu sejak 2 Agustus hingga 2 September 2021.

"Karena kita punya harapan Covid menurun sehingga layanan ini nggak perlu diperpanjang," tutur Dawis.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi warga yang ingin mengisi oksigen di tempat ini. Pertama, oksigen diperuntukkan bagi kepentingan perorangan, tidak untuk diperjualbelikan, apalagi ditimbun.

Kedua, peserta hanya diperkenankan membawa tabung oksigen berukuran 1 meter kubik. Sebelumnya, warga juga wajib mendaftarkan melalui WhatsApp ke nomor 0811-251-070.

Ketiga, peserta wajib mengisi formulir yang dikirimkan via WhatsApp. Satu yang tak kalah penting, yakni peserta wajib membawa surat kesehatan bebas Covid-19, berupa hasil negatif antigen atau tes PCR.

"Masyarakat bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu sebelum datang kemari supaya tidak terjadi kerumunan di sini," papar Dawis.

Amadea Nanda Wijaya, warga Jogonalan, Kasihan, Bantul, bersyukur dengan adanya program pengisian tabung gratis. Melalui program ini, tabung oksigen milik Amadea yang sudah selama 2 bulan tak pernah terisi penuh akhirnya bisa terisi.

"Oksigen ini buat saudara saya, dia nakes yang terpapar Covid-19. Kemarin sudah habis semua. Muter-muter se-Yogya. Sempat kapan itu dapet pasokan, tapi ya nggak penuh. Baru sekarang ini aja penuh," pungkas Amadea. 

sumber: merdeka.com