MEDAN, HETANEWS.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution meresmikan asrama haji dan gedung bekas Hotel Soechi di Kota Medan jadi tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 bergejala ringan dan tanpa gejala. Total ada 487 kamar dari dua tempat itu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah, mengatakan khusus di asrama haji, ada 240 kamar yang disediakan untuk pasien COVID-19 bergejala ringan.

"Hari ini (Senin) kita akan mulai membuka isolasi terpadu di Asrama Haji. Ada 240 kamar untuk pasien-pasien kriteria ringan," ujar Aris kepada wartawan, Senin (2/8).

Selain itu, isolasi juga digunakan bagi masyarakat yang positif COVID-19 saat terjaring operasi yustisi.

"Yang tertangkap operasi yustisi, yang tidak pakai masker langsung di swab. Kalau positif langsung dibawa ke sana (Asrama Haji)," ujar Aris.

Sementara gedung bekas Hotel Soechi, sudah mulai dijadikan tempat isolasi oleh Bobby Nasution sejak Minggu (1/8). Bobby menjamin fasilitas medis dan SDM di sana sudah sangat lengkap dan memadai.

Bobby menjelaskan, selain fasilitas medis di tempat ini juga disediakan alat kebugaran. Sebab yang dibutuhkan untuk penanganan COVID-19 bukan hanya minum vitamin atau obat semata tetapi imun pasien juga harus dijaga.

"Isolasi terpusat ini pasien tidak dikurung, malahan pasien dapat memanfaatkan fasilitas kebugaran di lantai 5 gedung, baik itu tempat gym dan lapangan basket dan tenis yang akan dikhususkan untuk berjemur" ujar Bobby dalam keterangannya.

Bobby menyebut, bangunan ini terdiri dari 12 lantai dengan kapasitas 247 kamar. "Meskipun kapasitas 247 kamar, namun satu kamar bisa menampung lebih dari dua orang jika masih dalam satu keluarga," tutur Bobby

Lebih lanjut, Bobby memastikan biaya menginap di sana gratis sama halnya seperti di asrama haji.

"Karena nggak ada bedanya OTG dengan orang yang tidak terpapar maka kita fokuskan OTG untuk menjalani isolasi mandiri di Isolasi Terpusat ini. Dengan begitu kita berharap dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus COVID-19," tutup Bobby.

sumber: kumparan.com