SUMSEL, HETANEWS.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, mengatakan pemeriksaan terhadap anak Akidi Tio, Heryanty akan terus dilanjutkan secara maraton.

"Semua keterangan akan kita maksimalkan untuk memperkuat konstruksi hukumnya," katanya, Senin (2/8).

Termasuk terkait status hukum dari Heryanty yang saat ini belum diputuskan. Heryanty pun sementara diperkenankan pulang.

"Dalilnya masih begitu (besok cair). Tapi Ya kita dengarkan saja besok," katanya.

Menurutnya, penyidik tidak dapat menentukan sesuatu kalau belum ada bukti kuat agar tidak terjadi kesalahan.

"Kita lihat besok saja. Jangan Berandai-andai," katanya.

Heryanty Tio anak dari Akidi Tio diperiksa selama 9 jam oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel terkait donasi Rp 2 triliun untuk penanggulangan COVID-19, Senin (2/8).

  • Awal Mula Kasus

Nama almarhum Akidi Tio mencuat pada 26 Juli. Ketika itu keluarga besarnya menyatakan akan memberikan uang Rp 2 triliun untuk Palembang dan Sumatera Selatan sebagai bantuan menanggulangi COVID-19.

Penyerahan sumbangan Akidi Tio berlangsung di Gedung Promoter Polda Sumsel dan dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, hingga perwakilan seluruh pemuka agama.

Simbolisasi atas penyerahan itu terabadikan dalam foto penyerahan styrofoam bertuliskan "Sumbangan untuk Penanggulangan COVID-19 dan Kesehatan di Palembang-Sumsel. Dari Alm Bpk Akidi Tio dan Keluarga Besar Sebesar Rp 2 triliun".

Styrofoam itu dipegang bersama-sama oleh Kapolda, Heryanty, dan seorang pria berbaju batik cokelat yang belum diketahui identitasnya.

Dokter Hardi Darmawan yang menjadi dokter keluarga Akidi Tio menjadi satu-satunya pemberi informasi dari pihak keluarga. Hardi yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang dan Penasihat IDI Sumsel itu sempat menyebut donasi Rp 2 triliun itu benar adanya.

sumber: kumparan.com