SIANTAR, hetanews.com - Insiden pemalakan dan pengeroyokan yang menimpa remaja di Lapangan Adam Malik beberapa waktu lalu menyita perhatian Dinas Pariwisata Kota Siantar selaku wadah bagi kegiatan-kegiatan positif yang ada di Kota Siantar.

Kepala Dinas Pariwisata, Kusdianto, SH ditemui di kantornya pada Senin (2/8/2021) sangat menyayangkan kejadian tersebut, namun hal itu di luar kendali Dinas Pariwisata dikarenakan Peraturan Walikota terkait fungsi dari Lapangan itu sendiri.

"Pertama kalau di Adam Malik itu gak boleh digunakan untuk latihan nari, karena sesuai Perwa kita, itu untuk upacara dan acara keagamaan. Kalau keadaannya kayak gitu kita gak bisa kontrol karena gak ada izin dari kita," terangnya.

Namun Kusdianto memberikan solusi kepada remaja-remaja yang berbakat seperti mereka, Dinas Pariwisata dengan senang hati memberi mereka tempat dengan syarat harus terstruktur dan mampu membawa nama baik Kota Siantar.

"Tapi memang kalau mereka mau diperhatikan, mereka bentuk struktur kepengurusan biar terdaftar kayak Sanggar Sihoda itu. Jadi itulah solusinya, kumpulkan mereka bentuk kepengurusannya lalu audiensi dengan kami. Bisa nanti mereka latihan disini," jelasnya lagi.

Kusdianto yang juga merupakan Ketua Puja Kesuma Kota Siantar itu berharap agar remaja-remaja tersebut bisa mengkreasikan tarian-tarian yang bisa mempromosikan daerah khususnya Kota Siantar.