SIMALUNGUN, Hetanews.com - Razoki Pasaribu als Coki (37) pasrah divonis 5 tahun denda 900 juta subsider 3 bulan penjara. Putusan hakim diketuai Roziyanti SH, dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (2/8) tanpa didampingi pengacara.

Warga jalan Musa Sinaga Nagori Pematang Simalungun Kecamatan Siantar terbukti memiliki 0,21 gram sabu. Dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan 1. 

Hakim sependapat dengan jaksa Julita Nababan SH, yang menuntut hukuman 5 tahun penjara denda 800 juta subsider 6 bulan penjara. 

Coki ditangkap usai membeli sabu seharga 300 ribu dari Karim (DPO) di jalan Ragi Idup Pematang Simalungun, pada Rabu, 24 Pebruari 2021. Usai menerima sabu, disimpan di dalam saku celananya dan berjalan kaki meninggalkan Karim.

Petugas yang yang telah mendapatkan informasi tentang keberadaan terdakwa yang sering membeli narkotika, langsung mengamankan terdakwa bersama barang bukti. Petugas A Manurung, A Sibarani, Leonardo Silalahi, Donald L Tobing juga memburu Karim tapi tidak berhasil.

Kepada petugas, terdakwa mengakui baru saja membeli sabu dari Karim sebanyak 3 paket dengan harga 300 ribu, untuk dipakai.

Sebelumnya, terdakwa memohon kepada hakim agar meringankan hukumannya dengan alasan menyesal. Tapi hakim berpendapat, hukuman 5 tahun penjara bagi terdakwa sudah layak sebagai efek jera.

Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. 

"Persidangan dinyatakan selesai dan ditutup," kata Roziyanti sebagai hakim ketua majelis didampingi dua hakim anggota Yudi Dharma dan Rori Sormin SH.