SIMALUNGUN, Hetanews.com - Ditangkap saat mau jual sabu kepada Peyek (terpisah), terdakwa Teguh Treswansyah (27) diganjar 6 tahun denda Rp 900 juta sub 3 bulan penjara. 

Putusan hakim Roziyanti dibacakan dalam persidangan online, terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (2/8). Warga Huta II Nagori Kandangan Pematang Bandar itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Vonis hakim, konform (sama) dengan tuntutan jaksa H.Ronald MP SH. Hanya denda yang berbeda (800 juta subsider 6 bulan penjara). Barang bukti sabu seberat 0,58 gram (bruto) dinyatakan dimusnahkan. 

Menurut hakim, terdakwa Teguh ditangkap pada Selasa, 19 Januari 2021 saat akan menyerahkan 3 paket sabu kepada Peyek di "KUD" di kampungnya. Saat menunggu, Peyek datang bersama petugas Satres Narkoba Polres Simalungun, Leonardo Silalahi, A Sibarani dan Aswin Manurung.

Setelah diinterogasi, terdakwa Teguh mengakui membeli sabu dari Cempek (DPO) sebanyak 1/2 gram seharga Rp 450 ribu tapi baru dibayar 100. Sisanya akan diserahkan, setelah sabu terjual.

Hal yang memberatkannya menurut hakim karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan karena bersikap sopan. 

Dalam sidang pembacaan vonis tersebut, terdakwa tanpa didampingi pengacara. Meski sebelumnya hakim telah menetapkan pengacara prodeo Fransiskus Silalahi SH karena belum hadir sesuai jadwal persidangan pagi itu. 

Terdakwa diberi kesempatan selama 7 hari untuk menentukan sikap atas vonis hakim. Untuk menyatakan menerima ataupun banding. Persidangan dibantu panitera Jonni Sidabutar SH dinyatakan selesai dan ditutup.