DAIRI, HETANEWS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Silalahi 3, Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Kebakaran terjadi pada Jumat, 30 Juli 2021, sekitar pukul 14.30 WIB.

Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, total lahan yang terbakar kurang lebih seluas 14 hektare. Satuan Tugas (Satgas) gabungan berhasil memadamkan api.

Satgas yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni memadamkan api secara manual. Petugas mengunakan pompa air yang digendong untuk mencapai titik api dan memadamkannya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaduratan dan Logistik BPBD Kabupaten Dairi, Marsius Sitorus mengatakan, jenis vegetasi lahan yang terbakar adalah semak belukar.

"Lahan yang terbakar semak belukar. Saat ini api sudah terkendali," kata Marsius melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/7/2021).

Dijelaskannya, lokasi lahan yang curam dan terjal menyulitkan petugas untuk memadamkan api tersebut. Keterbatasan peralatan juga menjadi kendala saat proses pemadaman.

"Tidak terdapat korban jiwa dari kejadian karhutla tersebut. Saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya karhutla," ucapnya.

Memasuki Musim Kemarau

Lokasi lahan yang curam dan terjal menyulitkan petugas untuk memadamkan api (BNPB Indonesia)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Curah hujan di beberapa wilayah relatif sudah menurun, bahkan cenderung kering khususnya di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Hal tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) terus mengimbau kepada pemangku kebijakan untuk mempersiapkan rencana kesiapsiagaan sebagai langkah mitigasi dan upaya pengurangan risiko karhutla di wilayahnya.

Sumber: liputan6.com