HETANEWS.com - Kasus baru virus corona di Tokyo, Jepang pada Sabtu, 31 Juli 2021, menyentuh rekor tertinggi, yakni 4.058 kasus. Ini adalah yang pertama kalinya kasus positif Covid-19 di Tokyo menembus angka lebih dari 4 ribu kasus sehingga membuat penyelenggaraan Olimpiade Tokyo diselimuti keresahan.

Stasiun televisi NHK di Jepang mewartakan pada Sabtu, 31 Juli 2021, per jam 6.30 melaporkan total secara nasional pada tanggal tersebut ada 12.341 kasus positif Covid-19. Jumlah itu tertinggi yang pernah terjadi di Jepang dan naik 15 persen dibanding sehari sebelumnya.

Kenaikan kasus positif Covid-19 ini, juga menggaris bawahi cepatnya kenaikan infeksi virus corona di penjuru Jepang. Kenaikan infeksi virus corona ini muncul sehari setelah Jepang memutuskan memberlakukan status darurat Covid-19 untuk wilayah Ibu Kota Tokyo sampai akhir Agustus 2021. Tiga prefektur lain di dekat Tokyo dan wilayah barat prefektur Osaka, juga diberlakukan status darurat Covid-19.

Waswas kenaikan kasus positif Covid-19 di Jepang, telah mendorong panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo untuk mencabut akreditasi staf yang sedang bertugas menangani pertandingan Olimpiade atau orang yang meninggalkan kampung atlet untuk jalan-jalan. Mereka yang meninggalkan kampung atlet dianggap melanggar kebijakan, yang diberlakukan untuk membuat Olimpiade Tokyo tetap aman di tengah pandemi Covid-19       

Panitia Olimpiade Tokyo tidak mempublikasi berapa jumlah orang yang akreditasinya dicabut atau apakah orang-orang yang dicabut akses masuk ke kampung atlet itu adalah atlet. Kantor berita Kyodo mewartakan ada dua atlet judo dari Georgia yang akreditasinya dicabut.

Kyodo mewartakan berdasarkan juru bicara komite Olimpiade Georgia, peraih medali perak Vazha Margvelashvili dan Lasha Shavdatuashvili telah dicabut akreditasi mereka setelah meninggalkan kampung atlet untuk jalan-jalan. Namun saat dikonfirmasi ulang, komite Olimpiade Georgia enggan memberikan komentar.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Baru Mencapai 24,49 Persen

Sumber: Tempo