MEDAN, HETANEWS.com - Pelanggan PLN Medan bernama Muhammad Reza Sitio yang meludah ke petugas penagihan dikabarkan sering bersikap kasar. 

"Memang saat menagih di bulan-bulan lalu juga sikap pelanggan tersebut seperti itu kepada petugas lapangan," kata Petugas PLN UP3 Medan Ayu Miranda, Sabtu (31/7/2021). 

Mengetahui sikap pelanggan yang cukup buruk, Kamis (29/7/2021), PLN pun sengaja menurunkan staf perempuan dengan maksud agar pelanggan dapat bersikap lebih lunak.

"Nah kami pikir karena kami perempuan, bisa luluh dia. Ternyata semakin dilecehkan," sebutnya. 

"Padahal saat itu, saya kasih opsi. Gimana, apakah mau bayar atau listriknya diputuskan? Eh ternyata sudah marah duluan," lanjutnya.  

Menurutnya, Reza berstatus pelanggan prioritas, artinya rumah tangga dengan pemakaian daya listrik yang cukup besar.  Reza beralamat di Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kota Medan. 

Menurut Ayu, tagihan Reza sebesar Rp 719.749 disertai denda keterlambatan sebesar Rp 75.000 sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena listrik itu kan dipakai untuk bisnis berupa cafe. Padahal untuk bisnis ini kan sudah disubsidi pemerintah masa sih masih harus kita datangi dan tidak bayar juga?," ujarnya. 

Menurutnya, saat didatangi ke rumahnya, Raza memaki Ayu dan tiga kawannya. Merasa kesal, ia pun merekam seluruh tindakan Reza. 

"Dia berulang kali memaki saya saat menyuruh keluar dari rumahnya. Kata-kata yang dilontarkan ada isi kebun binatang, celana dalam, tidak ada otak, serta kata-kata yang merendahkan perempuan," ungkapnya. 

Setelah itu, ia beserta kawannya pun masuk ke mobil. Cek-cok pun terjadi. Reza mengancam akan memviralkan Ayu di media sosial. Tidak ingin kalah, Ayu pun mengatakan juga akan memviralkan perilaku Reza di Media sosial. 

"Lalu dia mau merebut hp saya. Saya bilang silahkan kalau mau memviralkan. Lalu saya diludahi," sebutnya.  

Sumber: tribunnews.com