INGGRIS, HETANEWS.com - Barcelona, Juventus, dan Real Madrid menang atas UEFA di pengadilan terkait European Super League (ESL) pada Jumat (30/7). Hasil sidang pun disebut menguntungkan ketiga klub tersebut.

Sebelumnya, UEFA telah menjatuhkan sanksi terhadap 12 klub pendiri ESL. Badan sepak bola tertinggi di Eropa itu memerintahkan sembilan klub yang sudah mengundurkan diri untuk menyerahkan 5 persen pemasukan klub dari bermain di kompetisi Eropa.

Kesembilan klub itu juga dihukum denda total 15 juta euro. UEFA kemudian mengancam akan menghukum mereka masing-masing 100 juta euro jika memutuskan kembali bergabung dengan Super League.

Sementara terhadap Barcelona, Juventus, dan Madrid, UEFA berniat memberi hukuman yang berat, termasuk melarang ketiga klub itu bermain di kompetisi Eropa selamanya.

Ketiga klub itu lantas tak tinggal diam atas segala ancaman yang dilayangkan UEFA. Mereka kemudian membawa kasus ke Pengadilan Uni-Eropa yang disodorkan oleh hakim Spanyol, Manuel Ruiz de Lara.

Hasilnya, kemenangan diperoleh tiga klub tersebut. Barcelona, Madrid, dan Juventus mengumumkan hasil di pengadilan lewat situs resminya masing-masing dengan isi yang sama.

"FC Barcelona, Juventus, dan Real Madrid CF menyambut baik keputusan pengadilan hari ini yang mewajibkan, dengan segera, UEFA untuk membatalkan tindakan yang diambil terhadap semua klub pendiri Liga Super Eropa," demikian pernyataan resmi ketiga klub.

"Termasuk menghentikan proses disipliner terhadap tiga klub [Barcelona, Juventus, Madrid] dan menghapus hukuman dan pembatasan yang diberikan kepada sembilan klub pendiri yang tersisa, dan mereka bisa menghindari tindakan disiplin UEFA."

UEFA pun kini harus patuh pada putusan pengadilan. Jika melanggar, mereka bakal berbalik kena hukum dan ada pula peninjauan terkait monopoli sepak bola.

"Pengadilan mendukung permintaan yang dibuat oleh promotor European Super League, menolak permohonan UEFA, dan menegaskan peringatan kepada UEFA bahwa kegagalan untuk mematuhi keputusan akan mengakibatkan denda dan potensi pertanggungjawaban pidana. Kasus ini akan dinilai oleh Pengadilan Eropa di Luksemburg, yang akan meninjau posisi monopoli UEFA atas sepakbola Eropa."

Lebih lanjut, Barcelona, Real Madrid, dan Juventus kembali menegaskan kekecewaannya terhadap UEFA yang dianggap telah menjadi masalah di persepakbolaan modern.

“Kami memiliki tugas untuk mengatasi masalah yang sangat serius yang dihadapi sepak bola: UEFA telah memantapkan dirinya sebagai satu-satunya regulator, operator eksklusif, dan pemilik unik hak kompetisi sepak bola Eropa,"

“Posisi monopoli ini, dalam konflik kepentingan, merusak sepakbola dan keseimbangan kompetitifnya. Seperti yang ditunjukkan oleh banyak bukti, kontrol keuangan tidak memadai, dan mereka telah ditegakkan dengan tidak semestinya. Klub yang berpartisipasi dalam kompetisi Eropa memiliki hak untuk mengatur kompetisi mereka sendiri."

Barcelona, Real Madrid, dan Juventus pun menegaskan lagi tekad mereka untuk terus melanjutkan proyek European Super League ini, yang diyakini bakal berhasil di masa depan.

“Kami senang bahwa ke depan kami tidak akan lagi tunduk pada ancaman UEFA yang sedang berlangsung. Tujuan kami adalah untuk terus mengembangkan proyek Liga Super secara konstruktif dan kooperatif, selalu mengandalkan semua pemangku kepentingan sepakbola: penggemar, pemain, pelatih, klub, liga, dan asosiasi nasional dan internasional."

“Kami menyadari bahwa ada unsur-unsur proposal kami yang harus ditinjau dan, tentu saja, dapat ditingkatkan melalui dialog dan konsensus. Kami tetap yakin dalam keberhasilan proyek yang akan selalu sesuai dengan undang-undang Uni Eropa.”

sumber: kumparan.com