SULUT, HETANEWS.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti tim seleksi penerimaan Bintara Polri Polda Sulut terkait insiden Calon Siswa (Casis) Rafael Malalangi. Nama Rafael sempat hilang dari deretan siswa yang dinyatakan lulus.

Plt Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyoroti penanggung jawab serta tim seleksi yang tidak cermat dan tidak profesional sehingga mempermalukan institusi Polri.

Katanya, semula tim seleksi penerimaan Bintara Polri Polda Sulut membatalkan kelulusan Rafael Malalangi. Namanya hilang dari daftar peserta yang lulus dan digantikan orang lain. Kejadian ini kemudian viral di media sosial.

"Kapolda Sulut Irjen Nana Sudjana akhirnya meminta penambahan satu kuota lagi untuk Rafael kepada Kapolri. Dengan adanya diskresi, Kapolri akhirnya menyetujui penambahan buat Rafael yang mengikuti seleksi awal dari Polres Minahasa Selatan tersebut," katanya dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (31/7).

Namun demikian, IPW meminta Listyo mencopot penanggung jawab penerimaan seleksi bintara Polda Sulut dan menyidangkannya secara etik.

Sebab, dibalik fenomena ini, memperlihatkan kalau penerimaan anggota bintara itu ada masalah dan menyimpang dari prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis atau Betah yang dianut Polri dalam melakukan rekrutmen anggota Polri.

"Bahkan, dengan kejadian ini, Kapolri harus memerintahkan Propam Polri melakukan investigasi bersama pihak eksternal seperti Kompolnas untuk memeriksa secara komprehensif hasil seleksi penerimaan Bintara Polri," tegasnya.

"Hasil pemeriksaannya diumumkan secara transparan pada publik. Termasuk, bila ada permainan dan unsur KKN dalam seleksi calon Bintara Polri tersebut," sambungnya.

Dengan begitu, lanjutnya, Polri akan bisa menepis prasangka-prasangka buruk di masyarakat bahwa dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri pada semua jenjang dan level tidak ada unsur KKN.

"Kapolri juga harus benar-Benar meloloskan calon anggota Polri yang memang memenuhi syarat kelulusan mental, fisik dan akademis agar Polri dimasa depan adalah Polri yang modern dan Profesional sebagai Bhayangkara Negara," katanya.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial terkait salah seorang Calon Siswa (Casis) Rafael Malalangi yang komplain terkait proses Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2021. Kejadian itu diketahui berada di Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga sebagai orangtua Casis itu melakukan protes akibat anaknya yang awalnya dinyatakan lulus setelah mengikuti tes pada 22 Juli 2021. Kemudian, tiba-tiba saja mengaku mendapatkan surat pada 29 Juli 2021 yang menyatakan anaknya itu tak lulus.

"Pada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri, kami ingin menyampaikan permohonan terkait anak kami yang mengikuti tes penerimaan Bintara Polri, pada tanggal 22 Juli 2021. Dan pada saat pengumuman dan disiarkan Live Streaming disaksikan seluruh warga Desa Pinang Palangko, dan jadi suatu kebanggaan bagi kami keluarga. Kami langsung buat ibadah syukur, tapi hari ini tanggal 29 Juli 2021 kami menerima surat bahwa anak kami dinyatakan tidak lulus. Dan sudah digantikan oleh orang lain," ujar orangtua Casis dalam video tersebut. 

sumber: merdeka.com