Siantar, hetanews.com – Salah satu komunitas yang menyebutkan dirinya Par Kampung Kristen (Markaskita), dimana selama perhelatan pilkada 2020 kemarin menjadi pendukung setia dari pasangan Asner dan dr Susanti, meminta kepada Mendagri agar segera melantik dr Susanti sebagai wakil walikota Siantar.

Salah satu tokokh Markaskita, Darius Simbolon bercerita bagaimana perjuangan mereka selama perhelatan pilkada. Dengan mengatasnamakan perubahan bagi kesejahteraan warga Siantar, Markaskita menjadi garda terdepandi kecamatan Siantar untuk mendulang suara melawan kotak kosong.

“Kita tidak kenal lelah untuk memenangkan pasangan tersebut, dan akhirnya tercapai. Walaupun setelah perhelatan meninggalkan duka yang mendalam, dimana Asner dipanggil Tuhan, tapi cita citanya harus terwujud dan itu yang menjadi penyemangat kami untuk meminta Mendagri untuk melantik dr Susanti,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Golfrid Marpaung agar Mendagri tidak lagi menunda pelantikan dr Susanti walaupun terkesan DPRD tidak mau tahu. Tegasnya, pelantikan dr Susanti menjadi wakil walikota Siantar menjadi pelipur lara karna telah kehilangan seorang tokoh yang berasal dar Kampung Kristen, yakni Asner Silalahi.

“Kita jangan mempolitisasi soal pelantikan. DPRD Siantar pun tau bagaimana perjuangan dr Asner dan Susanti karna mereka juga bersama sama berjuang. Kalau pun ada kesan pelantikan jadi mainan politik dari DPRD, saya akan berdoa kepada Tuhan agar wakil rakyat diampuni Tuhan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatanya, mengapa saya mengatakan demikian, karna DPRD Siantar seakan lupa dengan semangat perjuangan yang dulu. “Kita satu gerbong dulu, tapi knapa sekarang tidak bersama. Apakah dipolitik juga tidak ada nurani?” ujarnya.

Ondo Siahaan juga merasa bingung dengan cara berpikir DPRD Siantar yang sekarang terkesan menjadi lawan dari pasangan Asner dan dr Susanti. “Apakah secepat itu keharmonisan ini? Ayolah DPRD Siantar tunjukan nurani kalian karna Asner dan dr Susanti adalah pilihan rakyat,” ungkapnya.

Karna itu, tegas Ondo, kalau memang DPRD tidak mau tahu lagi soal pelantikan ini, Markaskita meminta Mendagri dan Gubernur mengambil alih untuk melantik dr Susanti. Warga Siantar telah ‘muak’ dengan kepemimpinan walikota yang sekarang ini, dimana daerah ini mengalami kemunduran yang signifikan.

“Coba baca berita nasional, dulu kita memiliki kebanggaan sebagai kota paling toleransi di Indonesia. Sejak dipimpin oleh Hefriansyah Noor, jangankan nomor 1 malahan kota Siantar di luar 10 besar. Apakah ini tidak dijadikan oleh DPRD sebagai kemunduran,” terangnya.

Markaskita dengan tegas meminta pemerintah pusat untuk memperhatikan permohonan warga Siantar untuk melantik dr Susanti. “Pemerintah pusat jangan membuat kota kami semakin terpuruk ditangan orang yang gak tau memimpin bahkan terkesan tidak mempedulikan warganya,” tutup Ondo Siahaan.