SIANTAR, Hetanews.com - Polisi satuan reserse kriminal [Reskrim] Polres Siantar akhirnya menahan menantu Anggota DPRD Siantar, Ferry Sinamo, inisial KS (34) atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 63,865 Miliar atas laporan mertua sendiri. 

Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto melalui KBO Sat Reskrim Iptu Sutari, membenarkan tersangkanya KS telah diperiksa sejak Selasa 27 Juli 2021.

"Dia nggak ditangkap, cuma dilakukan pemanggilan saja kemarin itu. Setelah diperiksa dan cukup bukti, maka dilakukan penahanan terhadap tersangka," katanya dihubungi Kamis (29/7/2021).

Kejaksaan Negeri Siantar sebelumnya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait dugaan penipuan yang dilakukan KS.

Tersangka diduga telah melakukan penipuan bisnis trading saham dan dijerat dengan pasal 378 ataupun pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan.

Baca juga: Soal Dugaan Investasi Bodong, Ferry Sinamo Di Polisikan

KS dilaporkan mertuanya Ferry Sinamo karena menggelapkan uang sebesar Rp 63.865.000.000.

Kejadian bermula pada Bulan Juni 2017 silam, dimana KS mengajak mertuanya bisnis trading saham dengan iming-iming keuntungan 10-12 persen setiap bulan dari modal yang telah diberikan.

Namun pada Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, KS tak pernah memberikan keuntungan seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Baca juga: Korban Penipuan Saham Bertambah, Martin SH Sebut Kliennya Setor Ke Oknum DPRD Siantar FS

Ia pernah mengelak saat uang ditagih dan mengaku dihipnotis hingga uang tersebut diambil oleh orang lain. Ia juga sempat membuat laporan pengaduan atas apa yang dialami.

Kendati demikian, mertuanya Ferry tak begitu yakin dan menganggap hipnotis yang dialami KS hanya rekayasa untuk menghindari pertanggungjawaban. Akhirnya anggota DPRD Siantar itu memutuskan melaporkan menantunya ke polisi.

Dalam perkara ini, Kejari Pematangsiantar telah menetapkan jaksa Selamat Riyadi Damanik SH selaku Jaksa Penuntut umum.

Baca juga: Kejari Siantar Terima SPDP Tersangka Penipuan Bisnis Trading Saham