Simalungun, Sumut - Warga Buluh Pange mengaku bernama Jurmaida Purba (55) tahun didampingi kedua anaknya mendatangi Ruang SPKT Polres Simalungun untuk melaporkan atas kejadian kemalingan yang dialaminya Jumat subuh tadi (30/7) sekira pukul 04:45 WIB.

Menurut keterangan Korban pada pihak kepolisian unit Polres Simalungun, yang piket pagi itu, korban mengaku kehilangan tas dan juga tiga unit Hp miliknya. Korban mengaku uang tunai Rp 10,8 juta, beserta tiga unit handpone merk samsung kira kira ditaksir seharga Rp 4 juta lebih.

Selain itu juga, korban menyebutkan bahwa subuh itu sekira pukul 04:30 Wib, seperti biasa suami korban, Romanus Baru berangkat ke pajak (Pasar Tradisional) Horas Siantar untuk berjualan Jeruk.

Kepada polisi Jurmaidah menyebutkan, sebelum suaminya berangkat ke Pajak horas pintu rumah sudah dikunci selot terlebih dulu dari luar.

Korban baru mengetahui atas kejadian dimaksud, sekira pukul 07:30 WIB, dimana tas miliknya itu pun diketahui kerabat korban, yang menyebutkan ada tas di parit depan bangunan sekolah dasar negeri 3, yang jaraknya lumayan cukup jauh sekira 1 Kilo meter lebih kurang

Menurut keterangan Jurmada Purba, tas yang didalamnya berisikan Uang tunai 10,8 juta rupiah pada walnya terletak di atas meja tempat tidurnya, yakni diatas kepala Korban.

Tak hanya itu, korban pun mengaku handpone selulernya tiga unit yang sedang di caas ikut lenyap digondol maling itu. Setelah merasa puas maling pun mengunci rumah korban dari dalam dan kabur melalui pintu belakang.