SIANTAR, hetanews.com - Sejak dikeluarkannya Surat Usulan Pemberhentian Walikota Siantar oleh Mendagri kepada DPRD Kota Siantar pada Kamis (17/6/2021) bulan lalu, DPRD terlihat senyap dan tidak ada perkembangan mengenai hal tersebut padahal sudah sebulan lamanya sejak surat tersebut dilayangkan.

Komisi I Anggota DPRD Kota Siantar, Tongam Pangaribuan saat ditemui di Puskesmas Parsoburan, Kelurahan Kristen pada Jum'at (30/7/2021) menjelaskan mereka sedang memiliki kesibukan lain dalam beberapa hari belakangan, tanpa mau merinci apa kesibukan yang mereka lakukan, sedangkan rakyat membutuhkan kepastian.

"Untuk saat ini khususnya kami dari Komisi I karena kami juga dalam 2 hari berturut-turut masih peninjauan ke lapangan jadi kami belum mendapatkan konfirmasi," ungkap Tongam, walaupun secara fakta di lapangan tidak ada kesibukan apa pun yang dilakukan oleh DPRD Siantar.

Lebih lanjut, Tongam menjelaskan kemungkinan sudah ada perencanaan terkait hal itu namun lagi-lagi Komisi I DPRD Kota Siantar belum mendapat konfirmasi.

"Kemungkinan terkait masalah itu, ada pun mungkin perencanaan untuk memberhentikan walikota dan wakil walikota, tapi kami belum ada konfirmasi dari Komisi I," tambahnya lagi.

Politisi dari Fraksi Nasdem itu juga mengaku sudah melihat berita yang beredar mengenai Gubernur Sumut yang mendesak pemberhentian Wakikota dan Wakil Walikota Siantar namun belum ada informasi untuk melakukan paripurna dari pimpinan mereka.

"Meskipun saya lihat diberita juga sudah muncul rekomendasi dari Gubernur untuk itu, tapi kami belum ada informasi dari pimpinan," tuturnya.