SIANTAR, HETANEWS.com - Kepolisian resor (Polres) Pematangsiantar, berhasil mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan media online, Bamby Lubis (40) yang berada di Jalan Jorlang Hataran, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, yang terjadi, Sabtu (29/5/2021) lalu.

Ternyata ada 5 orang terduga pelaku yang diamankan oleh Polres Siantar, bahkan Polres juga turut menangkap dalang dari pembakaran rumah wartawan tersebut berinisial UH. 

Terungkap awalnya, Kamis (27/9) lalu sekira jam 17.15 Wib, kelima tersangka ngumpul dikamar Nomor 129 Siantar Hotel, saat itu UH meminta kepada tersangka agar memukuli wartawan tersebut. 

"Kalian pukuli Bamby."ucap UH kepada 5 tersangka. 

Setelah itu tersangka UH pergi meninggalkan ke 5 tersangka, esoknya Jumat (28/5) sore, kelima tersangka berkumpul kembali di Siantar Hotel, ke salah satu kamar yang telah dipesan. 

Sekitar Jam 19.15 Wib malam, kelima tersangka melakukan pesta minum tuak, ditengah minum tuak, salah seorang tersangka menanyakan soal perintah dari UH tersebut kepada rekannya.

"Ke mananya kerja kalian."tanyanya kepada rekannya. 

Rekannya tersebutpun menjanjikan akan mengerjakan sesuai perintah yang disebutkan UH tersebut, dan selanjutnya salah satu tersangka mengambil uang senilai Rp 5 Juta. 

Seterusnya uang senilai Rp 5 juta dibawa ke Warkop milik Pangeran di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, guna menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta tersebut. Selanjutnya dicarilah Bemby bersama tiga orang yang mereka sewa ternyata sampai pukul 23.00 Wib menghubungi jika mereka tidak menemukan Bamby.

Persis Sabtu (29/05) sekira Pukul 02.30 Wib, mereka hendak melakukan aksinya, namun sebelum melancarkan aksinya terlebih dahulu tersangka disuruh meminta uang dari salah seorang untuk membeli bensin. 

"Minta uang beli minyak dari Fz.Siap itu jumpai Sf di tanah lapang depan Taman Bunga."katanya.

Mendapati perintah itu merekapun menemui Fz dan meminta Rp 100 ribu untuk membeli minyak.Setelah uang Rp 100 diterima untuk beli minyak, pelaku dengan menaiki kereta pergi ke Jalan Merdeka untuk menemui MJS yang telah menunggu depan Bank BRI.

Selanjutnya Pelaku diajak oleh MJS menuju Siantar Hotel untuk menitipkan kereta kepada Satpam Siantar Hotel yang sedang piket jaga.

Selanjutnya pelaku dengan mengendarai mobil Agya warna hitam, pergi ke Jalan Jorlang Hataran untuk menunjukkan lokasi rumah Bamby Lubis.

Berselang 15 menit mereka kembali lagi ke Siantar Hotel untuk mengambil kereta Yamaha Vixion milik Sf yang sebelumnya dititipkan kepada Satpam Siantar Hotel.

Selanjutnya pelaku pergi bonceng tiga naik kereta untuk membeli minyak Pertalite.Sedangkan MJS ditinggalkan di Siantar Hotel.

Selanjutnya pelaku pergi ke Jalan Jorlang Hataran untuk membakar rumah Bamby Lubis.Setelah turun dari atas kereta pelaku berinisal, E dan Sf langsung menyiramkan minyak Pertalite ke arah depan rumah, kemudian dibakar dengan menggunakan mancis.

Setelah api menyala, warga berteriak maling sehingga E, Sf langsung berlari ke arah kereta yang diduduki I kemudian ketiganya pergi melarikan diri ke arah Rindam.

Tepat sekira jam 06.00 Wib pagi, I menelepon MJS untuk memberitahukan bahwa mereka sudah membakar rumah Bamby Lubis, setelah itu pelaku kembali mendapatkan uang Rp 500 ribu dari Fz yang kemudian setelah mendapatkan uang mereka membubarkan diri. 

Kapolres AKBP Boy Siregar S.I.K mengatakan, motif dari pembakaran rumah ini, lantaran unsur sakit hati saja.Persoalannya Bamby Lubis sering menuduhkan yang tidak-tidak terhadap para pelaku lewat pemberitaan 

"Ada 12 orang saksi yang dimintai keterangan sehingga kasus ini bisa terungkap.Kalau pelaku berjumlah 8 orang.Hanya 2 orang lagi yakni Eko, Iwan statusnya masih DPO."sebutnya, saat press release, Rabu (28/7/2021) sekira jam 16.00 Wib.

Disebutkan Kapolres lagi, bahwa pihaknya ada menyita barang bukti berupa, 2 buah bingkai gorden, 1 helai kain gorden yang terbakar, botol aqua, sepasang sandal warna biru, bingkai kaca, mobil Toyota Agya BK 1789 WR, Kereta Yamaha Vixion 

Kemudian selembar Screen Shot pesan WhatsApp milik UH berisi nada ancaman kepada Bamby Lubis berisi.

"Kalau kau masih sayang keluargamu, dan masih mau melihat mereka, tak usah campuri aku kalau kau tak mau bekawan sama aku".Bahkan berbagai barang bukti lainnya.

"Untuk 5 orang pelaku kami jerat Pasal 187 Yo Pasal 55, 56 KUHP.Sedangkan untuk Umar Harahap dipersangkahkan Pasal 187 Yo Pasal 55, 56, atau Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan pembakaran dan pengancaman."

Disebutkan Kapolres AKBP Boy Siregar lagi, bahwa antara korban dengan para pelaku memang sudah ada melakukan perdamaian.Begitu pun kasus pembakaran ini semata-mata tidak bisa langsung dihentikan.

Persoalannya kasus pembakaran ini bukanlah delik aduan, dan ditambah lagi 2 orang pelakunya belum tertangkap dan masih buron.

"Boleh-boleh saja berdamai.Tapi ini kasus bukan delik aduan dan semata-mata bisa dicabut walaupun sudah membuat surat permohonan pencabutan pelaporan."kata Kapolres dengan tegas.