SIANTAR, hetanews.com - Komisi I DPRD Kota Siantar lakukan kunjungan kerja ke RSUD Djasamen Saragih guna mencari solusi penyebaran virus covid-19 yang semakin meningkat, Kamis (29/7/2021).

Andhika Prayogi Sinaga yang merupakan Ketua Komisi I DPRD menyampaikan maksud kedatangannya kepada pihak rumah sakit, bukan mencari siapa yang salah namun lebih mencari solusi karena kondisi Kota Siantar sedang sangat genting.

Dalam pertemuan tersebut, Baren Alijoyo Purba selaku Anggota DPRD menyampaikan saran dan tuntutannya kepada Dirut RSUD Djasamen Saragih, drg. Rumondang Sinaga sebagai rumah sakit yang mumpuni untuk menerima pasien covid-19.

" Kita berdayakanlah semua ruangan yang ada disini, bikinlah sampai sedikitnya 65% khusus untuk covid untuk sementara. Janganlah nanti kita telantarkan pasien covid-19 di Kota Siantar ini," tutur Baren.

Menanggapi hal itu, Rumondang menjelaskan pihaknya sedang melakukan persiapan untuk penambahan ruangan dan tempat tidur khusus pasien covid-19, namun hal tersebut butuh waktu dikarenakan kurangnya tenaga medis.

"Kami sedang mempersiapkan dari 3 ICU menjadi 9 ICU. Perhitungan akan ada 200 tempat tidur, sekitar 30% untuk pasien covid dengan begitu kita sudah memenuhi harapan pemerintah," paparnya.

Lebih lanjut Rumondang menjelaskan beberapa ruangan kosong yang ada di RSUD akan diberdayakan seperti Ruang Flamboyan yang tadinya khusus untuk wanita menjadi ICU.

Ditanyai soal penanganan medis untuk pasien isolasi mandiri (isoman), Rumondang menjawab hal tersebut bukan tanggung jawab pihak rumah sakit melainkan Dinas Kesehatan.

RSUD Djasamen Saragih tidak menjual antivirus, namun pihaknya akan menyediakan antivirus bila pasien dirawat di rumah sakit.

Di tempat yang sama, Daniel Siregar, Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Siantar mengharapkan agar pihak rumah sakit di Kota Siantar ini bisa lebih jujur dalam memberikan info terkait pasien yang terpapar covid-19.

"Kami juga minta bantuan kepada rumah sakit yang menyediakan Swab Antigen supaya jujur kalau ada yang terpapar langsung diinfokan. Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama," tegas Daniel.

Mengenai pasien isoman, Daniel mengatakan mereka mendapat bantuan obat-obatan yang disalurkan melalui puskesmas setempat, seterusnya puskesmas yang akan menyampaikan kepada mereka. 

"Bantuan sudah ada dari pusat. Kita bekerja sama dengan Dinsos untuk melakukan pendataan. Bagi warga yang terpapar kita sedang matangkan bantuan berupa sembako," ujarnya.