SIANTAR, hetanews.com - Saat Pemerintah Kota berusaha menurunkan angka pasien positif covid-19, pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan Dinas Sosial Kota Siantar yang sudah berlangsung beberapa hari di Lapangan Haji Adam Malik justru memancing masyarakat untuk bergerombol.

Hal ini tentu saja mendapat perhatian dari berbagai pihak khususnya DPRD Kota Siantar yang kantornya berada tepat di samping Lapangan Haji Adam Malik.

Sangat disayangkan kurangnya keterampilan dalam perencanaan Dinas Sosial yang malah menimbulkan kerumunan dikhawatirkan akan menjadi lahan penyebaran virus tersebut.

"Itu bisa kita lihat pembagian BST menumpuk orang disitu. Kalau dilakukan tracing (penelusuran) setelah ini saya yakin 25% dari mereka terdampak virus covid-19," ungkap Astronout Nainggolan selaku Anggota DPRD Kota Siantar pada Rabu (28/7/2021).

Lebih lanjut Astronout menyarankan Dinas Sosial khususnya di masa penerapan PPKM seperti ini, pembagian BST untuk warga tersebut akan jauh lebih baik di transfer ke rekening masing-masing saja.

"Coba dibagi ke lurah-lurah datanya jadi bisa diambil ke lurah masing-masing, atau pusatkan itu ke salah satu bank, BRI misalnya, kan bisa ditransfer. Hari gini kan semua orang punya rekening jadi bisa mengurai kerumunan," tuturnya.

Astronout juga menyayangkan kinerja Dinas Sosial tersebut, karena hal ini bukanlah hal baru jadi sudah seharusnya penanganan Dinas Sosial bisa lebih matang.