JAKARTA, HETANEWS.com - Kemunculan keluarga almarhum Akidi Tio dengan sumbangan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi COVID-19 di Sumatera Selatan menghebohkan publik. Pasalnya jumlah Rp 2 triliun tak sedikit.

Namun penyaluran sumbangan ini masih tak jelas sampai sekarang. Baik Polri dan Bank Indonesia, sebagai dua institusi yang disebut dalam bantuan ini, belum mengetahui bantuan disalurkan ke mana. Berikut selengkapnya:

  • Polri Sebut Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Dikirim ke Satgas

Pertama kali muncul di publik, keluarga Akidi Tio menyerahkan bantuan simbolis kepada Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri. Dokter keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan, menyebut bantuan akan langsung dikirim ke rekening Kapolda Sumsel.

Namun kemudian hal ini ditepis oleh Polri. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, bantuan tersebut akan dikirim langsung ke Satgas COVID-19, bukan ke rekening pribadi Kapolda Sumsel.

"Kemungkinan dana akan disalurkan ke rekening satgas dan tidak ke rekening Kapolda Sumsel," kata Rusdi kepada kumparan, Rabu (28/7).

Gubernur Sumsel Sebut Titipan Rp 2 Triliun Amanah Pribadi, Bukan Sebagai Kapolda

Berbeda dengan pernyataan Polri, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan uang Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio dipercayakan kepada Eko Indra Heri selaku pribadi. Bukan dalam kapasitasnya sebagai Kapolda Sumsel.

"Jangan salah penafsirannya, ini lebih kepada personal karena mereka sudah saling mengenal sejak lama," ujar Herman dikutip dari urban.id, media partner kumparan di Palembang, Rabu (28/7).

Dia menyebut Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri memang mengenal keluarga Akidi Tio sejak lama.

  • Disebut Keluarga Akidi Tio, BI Belum Berkomunikasi Terkait Bantuan Rp 2 Triliun

Dokter keluarga Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan, sempat menyebut Bank Indonesia dalam penyaluran bantuan RP 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Namun pihak Bank Indonesia mengaku belum menerima informasi terkait hal ini.

“Sebetulnya yang sukses itu anak-anaknya di Jakarta, mereka rencana mau datang ke Palembang bersama notaris dan juga dari BI, namun batal karena situasi COVID-19 saat ini,” kata Hardi, Rabu (28/7), seperti dilansir urban.id, media partner kumparan di Palembang.

Baik BI pusat maupun BI Sumsel, keduanya menyebut belum berkomunikasi dengan pihak Akidi Tio.

"Saya malah baru dengar ini. Saya enggak pernah dengar atau saya yang enggak tahu. Mungkin saya enggak tahu," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono saat dihubungi kumparan, Rabu (27/7).

"Sejauh ini kita belum ada ini ya, saya enggak tahu mungkin kalau ada rencana ke sana, tapi sejauh ini kami belum ada," kata Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo kepada kumparan saat dikonfirmasi.

sumber: kumparan.com