MEDAN, HETANEWS.com - Angka konfirmasi positif Covid-19 di Medan kembali meningkat pesat dalam sehari. Kasus konfirmasi pada Rabu (28/7/2021) mencapai 731 kasus per hari.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan total penambahan kasus pada Rabu 28 Juli 2021 yakni 731 kasus dengan total 26.605 kasus.

Sementara angka suspek meningkat 760  kasus menjadi 36.747 kasus suspek. Angka kesembuhan meningkat 371 menjadi 20.124 kasus. Sementara angka kematian meningkat 10 kasus menjadi 676 kasus.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di Rumah Sakit meningkat pesat dalam satu malam. Dikatakannya, dari total BOR yang awalnya pada Selasa (27/7/2021) siang mencapai 69 persen, Selasa malam meningkat menjadi 73 persen.

"Ini naik terus per kemarin malam sudah mencapai 73 persen, ini sudah saya sampaikan padahal siangnya baru 69 persen, malamnya langsung meningkat," ungkap Bobby, Rabu (28/7/2021).

Ia mengatakan, tingkat BOR yang semakin mengkhawatirkan ini menjadi peringatan bagi warga Kota Medan untuk dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Ini yang perlu sama-sama kita wanti-wanti bukan menakut-nakuti tapi inilah kondisi sebenarnya. Maka ayolah kita patuhi protokol kesehatan,"

"Lebih gampang kita pakai masker daripada mencari ruangan di RS, lebih gampang kita jaga jarak dari pada harus cari obat kemana-mana. Lebih gampang pakai masker daripada isolasi," ungkapnya.

Bobby juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Medan menyiapkan RSUD Pirngadi Medan sebagai lokasi RS Darurat Covid-19 di bawah naungan Pemko Medan.

"Dan dalam dua minggu terakhir ini option nya adalah RS Pirngadi yang jadi pengganti RS Tembakau Deli," katanya.

Ia mengatakan, RS Tembakau Deli yang awalnya diproyeksikan menjadi RS darurat Covid-19 belum memungkinkan karena waktu perbaikan bangunan yang lebih lama.

"Kemarin itu yang Tembakau Deli akan tetap kita proses, namun setelah kehadiran Kementrian PUPR kita diminta bisa mengakselerasi bangunan yang maksimal pengerjaannya hanya dua minggu. Dan RS Tembakau Deli itu tidak memungkinkan jika dikerjakan dua minggu. Namun tetap kita kerjakan karena kita tidak tahu Covid-19 ini sampai kapan," katanya.

Dikatakannya, saat ini dilakukan penambahan kamar di Rumah Sakit Pirngadi Medan.

"Jadi hari ini RS Pirngadi juga sedang dikerjakan oleg Kementrian PUPR untuk penambahan tempat tidur dan fasilitas lainnya," ungkapnya.

Sementara untuk Hotel Soechi, Bobby mengatakan pihaknya masih mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pelayanan pasien yang isolasi.

"Hotel Soechi sudah bisa beroperasi, tinggal SDM dan pelayanannya, tidak hanya tempat tidurnya bagus, mudah-mudahan ini tidak terisi, karena sudah mulai menurun," pungkasnya.

Diketahui, bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan ada dua lokasi isolasi yang disiapkan Pemko Medan yakni Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Helvetia dan ex Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan.

Sedangkan warga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat dirawat di RSUD Dr Pirngadi Medan Jalan HM Yamin Medan. Namun, dari tiga lokasi isolasi yang telah ditunjuk Wali Kota Bobby Nasution tersebut, hanya Gedung P4TK yang siap menampung warga yang terkonfrimasi Covid-19.

Sedangkan ex Hotel Soechi dan RSUD Dr Pirngadi harus dilakukan sejumlah renovasi. Di ex Hotel Soechi, renovasi dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan.

Sumber: tribunnews.com